Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Bentuk Tim Investigasi

0
280

Semarang – Guna menelusuri penyulut konflik horizontal yang menimbulkan kerusuhan
di Temanggung, Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah membentuk tim advokasi
dan pencari fakta. Pasalnya, ormas keagamaan ini memandang, kerusuhan
itu bukan murni dipicu gesekan antarumat beragama, melainkan ada
provokator di dalamnya (by design).

Ketua PW Pemuda
Muhammadiyah Jateng, Rohmat Suprapto SAg MSI memperkirakan bahwa
provokator tersebut bertujuan mengalihkan isu masional seperti kasus
korupsi pajak dan kasus Century yang apabila dituntaskan, banyak
pejabat yang bakal terkena jerat hukum. “Karena itu, kita harus jernih
dan hati-hati dalam menafsirkan penyebab kerusuhan itu. Jangan sampai
justru menyulut konflik berikutnya. Masalah agama memang sensitif,”
katanya, Kamis (10/2).

Dikatakan, kalau pemerintah peduli penuh
terhadap rakyat, hendaknya tidak mengalihkan isu penuntasan korupsi ke
kasus berbau SARA. “Saya yakin, sebenarnya pemeluk agama di Indonesia
sudah diwarisi budaya tasamuh (saling toleransi). Tidak mungkin membuat masalah atau melakukan tindakan irasional kalau tidak diprovokasi,” ungkapnya.

Berdasar
pengamatan awal di lokasi kejadian, menurut Rohmat, kerusuhan dipicu
justru adanya tembakan dari pihak kepolisian yang tidak didahului
peringatan. Massa tambah geram setelah melihat orang yang tidak dikenal
membakar sepeda motor.

“Perlu dicatat, saat kejadian pembakaran
geraja, justru pihak kepolisian tidak melakukan pengamanan gereja. Saya
melihat ada pembiaran dari pihak keamanan. Kami bertekad melakukan
investigasi dan mencari fakta demi penyelesaian kasus itu. Namun, kami
harap, ada pemberitaan yang seimbang dari seluruh media massa agar
tidak memperkeruh suasana,” tambahnya. (SM)