Pelantikan PW Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Tengah

0
773

SEMARANG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah resmi dilantik Sabtu (23/1) di Gedung Gradika Bakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Haidar Nashir, M. Si, mengambil sumpah Drs. H. Tafsir, M. Ag, yang menggantikan Drs. H. Musman Tholib, M. Ag. Tafsir akan menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah untuk periode 2015-2020. Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dr. Noorjannah Djohantini, MA, mengambil sumpah Dr. Hj. Ummul Baroroh, M. Ag sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah untuk periode 2015-2020, menggantikan Ketua lama Dra. Hj. Siti Taqiyah Musman. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam acara tersebut ikut menyaksikan penandatanganan naskah serah terima jabatan.
Acara pelantikan yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan Daerah, Amal Usaha Muhammadiyah dan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat Propinsi Jawa Tengah tersebut juga menelurkan beberapa hal termasuk tantangan bangsa ke depan dan peran-peran penting Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan.
Melalui sambutannya, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, selain mengucapkan selamat atas dilantiknya pimpinan yang baru dia juga menyampaikan bahwa tugas ke depan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah adalah harus ikut aktif terlibat dalam berbagai permasalahan yang kini marak muncul, diantaranya adalah menangkal aksi terorisme yang mengatasnamakan agama dan gerakan radikal semacam Gafatar yang tentu saja meresahkan. “Melihat profil pimpinan baru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah serta dibarengi dengan majunya metode zaman sekarang saya tidak ada keraguan di dalamnya, selamat bekerja” tegasnya. Ganjar juga sempat mengutip statement AR Fachrudin mengenai “kalau mencari upah, jangan di Muhammadiyah” yang artinya bahwa spirit nyelengi yang ada dalam Muhammadiyah adalah sebuah teladan, dan sekaligus sebagai wujud kemandirian suatu organisasi. Menurut Ganjar, spirit kemandirian yang dianut oleh Muhammadiyah perlu diteladani oleh organisasi lainnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Menurutnya kerjasama antar organisasi kemasyarakatan dengan lini-lini lain akan membawa kemajuan pada masyarakat Jawa Tengah. “Adanya realitas sosial seperti gerakan radikalisme, teror dan sejenisnya, sebagai masyarakat janganlah menjadi panik. Gerakan-gerakan menyimpang seperti itu harus kita hadapi bersama, karena itu merupakan konteks kehidupan berbangsa kita” papar Haedar.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noorjannah Djohantini menyinggung peran ‘Aisyiyah Jawa Tengah sebagai wilayah terbesar kedua setelah Jawa timur memiliki peran yang tidak kalah penting untuk memajukan bangsa. Menurutnya saat ini ‘Aisyiyah memiliki sekitar 20 ribu PAUD dan Taman Kanak-kanak dan 25% dari jumlah itu atau kurang lebih 4 ribu PAUD dan Taman Kanak-kanak ada di Jawa Tengah. Hal tersebut menurut penilaiannya Amal Usaha yang dimiliki oleh ‘Aisyiyah sejak dini tersebut, harus terus berperan aktif dan terdepan untuk pengembangan insani untuk kemajuan bangsa. Dia juga berharap pada periode ini ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam program-programnya harus tetap bersinergi.
Sementara itu, Tafsir selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah terpilih menyampaikan bahwa meskipun Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan yang puritan, namun Muhammadiyah tetap menyajikan kegiatan kultural dalam setiap momen yang diselenggarakan. “Untuk itu pada acara pelantikan ini kami juga menyajikan hiburan grup Serambi Begelen dari Purworejo” jelasnya.
Pada akhir sambutannya, Tafsir menyampaikan sejatinya Muhammadiyah ingin membangun paham Islam yang berkemajuan, maka Muhammadiyah harus maju dalam berpikir serta maju dalam beramal. (Andang Firdiansyah/suaramuhammadiyah.com/Bakti Buwono Budi Hasto/tribun jateng/editor: Fakhrudin PWM Jateng)