Pelantikan Pimpinan, Muhammadiyah Kabupaten Tegal Siapkan Kekuatan Ekonomi Ummat

0
1328

TEGAL – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Drs. H. Tafsir, M. Ag, melantik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Minggu (10/4), di pendopo Amangkurat Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’thi, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal Ki Entus Susmono dan Umi Azizah, Anggota DPR RI, Teguh Juwarno, Jajaran DPRD Kabupaten Tegal, Serta Jajaran PDM Kota Tegal, PDM Kabupaten Brebes dan Pemalang, Serta Jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Se-Kabupaten Tegal.
Ketua PDM Kabupaten Tegal, Arief Azman, dalam sambutannya mengatakan harapannya agar Muhammadiyah bisa selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tegal dan terus memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat, khususnya dengan kehadiran BTM Artha Surya sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syari’ah diharapkan mampu menjadi jawaban dalam mengatasi persoalan ekonomi ummat.
Hal tersebut mendapat sambutan baik dari Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Muhammadiyah dalam membangun ekonomi untuk ummat Islam. Menurut Entus, hal tersebut sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Tegal yang merupakan basis ekonomi Jawa Tengah.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu`ti, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Muhammadiyah membangun paham Islam berkemajuan dan pusat kemajuan ada di kabupaten Tegal karena Tegal adalah basis ekonomi Muhammadiyah yang ada di Jawa Tengah, Muhammadiyah memiliki branding pendidikan dan kesehatan, harapannya PDM Kabupaten Tegal bisa membantu pembangunan ekonomi Islam.
Hal berbeda disampaikan Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Tafsir, M. Ag. Tafsir menyoroti keberhasilan kiprah Rumah Sakit Muhammadiyah di Kabupaten Tegal. Dirinya berharap agar Muhammadiyah dan NU saling bersinergi dalam membangun peradaban ke-Islaman. Bahkan Tafsir menjanjikan akan menggratiskan biaya Rumah Sakit bagi Kyai-kyai NU seperti yang dilakkukannya di RS PKU Muhammadiyah Sruweng, Kabupaten Kebumen.
Mengenal Sosok Arief Azman
Arief Azman, Sosok pemimpin yang berkualitas dan tetap istikomah sabar dan ikhlas. Dalam kehidupan sehari-hari, Arief Azman adalah seorang saudagar Muhammadiyah yang bergerak di perusahaan Logam. Sudah sebelas tahun Arief menekuni perusahaan tersebut bersama keluarganya.
Arief Azman adalah memiliki empat orang anak, M. Tsabit Aqdami, Aisyah Mumtazah, M Fariz Ahmad, M Arsyad Aqil dan seorang istri, Ayun Harfani, M.Psi.
Mantan aktififis Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Adiwerna di era tahun 2000-2005 tersebut lahir pada tanggal 24 April 1974. Dirinya merupakan alumni SD Muhammadiyah Karanganyar, SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal, SMA Muhammadiyah 1 Yoyakarta dan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
Areif Azman ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal periode 2015-2020 hasil Musyawarah Daerah (Musyda) yang digelar di SMP/SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Minggu (20/3). Dalam forum tersebut, 11 orang dengan suara terbanyak dari 33 calon anggota tetap, dan Arief Azman memperoleh dukungan terbanyak dengan 171 suara. Arief Azman baru ditetapkan sebagai ketua PDM dalam musyawarah antar formatur terpilih dengan panitia pemilihan. Dalam musyawarah tersebut, disepakati bahwa Arief yang akan menggantikan ketua sebelumnya, M Tri Jazuli, untuk melanjutkan estafet perjuangan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Tegal.
Arief menuturkan bahwa Muhammadiyah tidak menonjolkan figur dan selalu mengutamakan kepentingan yang lebih besar, yang mampu harus bersedia menerima amanah. Selain itu, ilmu Ikhlas dan sabar diperlukan untuk menjalankan pergerakan Muhammadiyah dan diawali dengan penuh semangat.
Arief Azman mengaku belajar dari sosok Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Tegal, Kyai Mudzakir Fauzi. Semasa hidupnya, semuanya dilakukan untuk Muhammadiyah. Sosok yang patut di teladani dan di tiru dengan kesabaran dan Keihlasan.
Arief yang akrab disapa dengan Haji Imang tersebut menjelaskan, proses pemilihan pemimpin dan pelaksanaan musda perlu menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas. Selama proses suksesi kepemimpinan, tidak ada aroma persaingan, saling menjatuhkan, maupun caci maki. Semua proses berjalan dengan harmonis.
Menantap Muhammadiyah Kabupaten Tegal Yang Berkemajuan
Arief sendiri menyebutkan, bahwa tugas berat Muhammadiyah ke depan adalah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, dia mengharapkan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas dari semua kader.
Menurut Arief, saat ini jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah di mayoritasi dan di gerakan oleh anak-anak muda yang siap mensukseskan Muhammadiyah berkemajuan di kabupaten Tegal.
Arief memaparkan, ketika Muhammadiyah memperkenalkan istilah dan pemikiran Islam Berkemajuan sesungguhnya secara substansi maupun kesejarahan bukan hal baru, karena telah melekat dengan kehadiran Muhammadiyah sejak kelahirannya.
Jejak langkah pembaruan yang dipelopori Kiai Ahmad Dahlan yang melahirkan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid sejatinya membawa misi Islam yang berkemajuan. Kiai Dahlan sendiri banyak memperkenalkan kata “maju” atau “berkemajuan” dalam banyak kesempatan.
Kehadiran Muhammadiyah memang memajukan kehidupan bangsa Indonesia. Disinilah letak argumentasi dan relevansi Muhammadiyah dalam mengusung tema dan isu berkemajuan. Muhammadiyah membuktikan dirinya sebagai gerakan Islam yang memberi contoh kecerdasan dan keadaban dalam bermusyawarah sebagaimana tuntunan Islam. Islam tidak menjadi retorika yang indah di panggung publik, tetapi dipraktikkan dalam perbuatan nyata yang benar-benar menunjukkan kemajuan dan martabat Islami. “Segala sesuatu harus dimulai dari lingkungan sendiri. Sabda Nabi, ibda binafsika, mulailah dari dirimu. Allah berfirman, Quu anfusakum wa ahlikum naara, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. at-Tahrim : 6). Maka, mari kerahkan seluruh potensi dan ayunkan segenap langkah untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan agar mampu memajukan umat, bangsa, dan ranah kemanusiaan universal”, tegas Arief.
Arief Azman saat diwawancarai, mengatakan bahwa Muhammadiyah Kabupaten Tegal hadir sebagai bagian dari salah satu ormas Islam yang ada di kabupaten Tegal. Muhammadiyah ingin memberikan sumbangsih yang nyata dalam membangun masyarkat Kabupaten Tegal yang mandiri, beradab, sejahtera dan berkemajuan.
Menurut Arief, melalui Amal usaha yang didirikan muhammadiyah di berbagai bidang, seperti layanan kesehatan, dengan hadirnya RSI PKU Muhamamdiyah yang telah berkembang dan makin maju, dalam waktu dekat akan membangun gedung lima lantai sebagai pengembangan Rumah Sakit tersebut. Kemudian amal usaha bidang pendidikan yang merupakan ikon dakwah yang utama sejak berdirinya.
Arief memaparkan jumlah sekolah Muhammadiyah yang cukup banyak di Kabupaten Tegal, kehadirannya sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Tegal saat ini sedang di pacu untuk meningkatkan kualitas sehingga kelak akan lahir generasi- generasi penerus yang akan melanjutkan estafet perjuangan baik untuk internal Muhammadiyah maupun menjadi generasi penerus ummat dan bangsa. Bahkan secara khusus, Bupati Tegal, Ki Entus Susmono, menyampaikan harapannya agar sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat terus eksis melaksanakan pendidikan Agama Islam bagi siswa-siswanya tatkala menghadapi dilema penerapan lima hari jam belajar di sekolah, sehingga siswa-siswa sangat tidak mungkin akan bersekolah sore di madrasah atau TPQ. Hal tersebut menurut Entus akan membahayakan dalam pendidikan keIslaman dan moralitas murid-murid di sekolah.
Selain itu, di bidang ekonomi, Arief menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki kader-kader terbaik dengan jiwa enterprener yang kuat. Muhammadiyah sebagai organisasi yang mandiri diharapkan memberikan ruang kepada para pelaku usaha yang berbasis kerakyatan untuk mendapatkan akses seluas luasnya sehingga dapat menjadi kelompok yang mampu bersaing dengan kelompok yang lain. Kehadiran BTM Artha surya sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah diharapakan mampu menjadi jawaban dalam mengatasi segala persoalan ekonomi ummat.
Tiga kekuatan amal usaha tersebut, menurut Arief merupakan potensi yang baik jika disinergikan, walaupun masih membutuhkan perbaikan, peningkatan kualitas dan mutu dari berbagai amal usaha tersebut.
Arief juga memaparkan kekuatan Muhammadiyah Kabupaten Tegal yang terletak pada militansi kader kader muda yang terus bersemangat dan berjuang tanpa kenal lelah dalam menyempurnakan dan mempelopori amal usaha muhamamadiyah. Banyak sudah kader kader muda yang ditempatkan menjadi pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya. Mereka mampu menunjukkan dedikasi, loyalitas dan profesionalitas dalam bekerja berdakwah.
Menurut Areif, di Era kompetisi yang lebih mengedepankan kualitas dan daya saing yang tinggi, diharapkan Pimpinan Muhammadiyah Daerah tidak lengah dan santai dalam bergerak. Saat ini semangat bidang ekonomi muhammadiyah semakin bergairah dengan dibuka kesempatan seluas luasnya kepada para saudagar saudagar muhammadiyah untuk berjejaring dan saling bersilaturahim. Kehadiran para saudagar di muhammadiyah akan makin mengukuhkan kita sebagai organisasi yang mandiri.
Arief memaparkan, program kedepan yang sudah dijalankan adalah mewujudkan pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan nama STIKESMU Tegal yang dalam waktu dekat akan keluar ijin operasionalnya. STIKESMU adalah program yang akan menjadi salah satu prioritas Muhammadiyah Kabupaten Tegal dalam lima tahun yang akan datang sebagai bentuk amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, dalam rangka meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, khususnya di Kabupaten Tegal.  “Semoga, langkah Muhammadiyah kabupaten tegal ke depan lebih memberikan energi positif dan kontribusi nyata bagi Kabupaten tegal yang berkemajuan”, Ungkap Arief Azman, SE.
(riza/mpi kab.tegal/dzar/PP Muh/Hendra Apriyadi/MPI Kab Tegal/Fakhrudin MPI PWM Jateng)