Peduli Batik, Dosen Fakultas Ekonomi Unimus Teliti Tentang IKM Batik di Jawa Tengah

0
102

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ” Efektifitas Kebijakan Terhadap UKM batik di Jawa Tengah “, di gedung Fakultas Ekonomi Unimus, Jum’at (15/11).

Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Tengah Iwan Indrawan, ST, MM, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Rudi Prasetyo, Dekan Fakultas Ekonomi Bahasa (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Suharnomo, M.Si, Direktur Magister Managemen Undip Dr. Susilo Totok R, MT, Owner Industri Kecil Menengah (IKM) Batik “PRIYANTI”.

FGD diselenggarakan untuk melengkapi pelaksanaan penelitian dari Tim Peneliti Fakultas Ekonomi (FE) Unimus yang bekerjasama dengan Tim peneliti mitra dari FEB Undip, yang mengangkat topik tentang ” Meningkatkan Kinerja Bisnis melalui Keunggulan Bersaing pada IKM Batik di Jawa Tengah”.

” Kami meneliti keunggulan bersaing dari IKM batik di Jawa Tengah pada khususnya, agar dapat berkompetisi di lingkungan yang lebih luas dan bertahan hingga kinerjanya meningkat. Karena dari upaya itulah kita dapat meningkatkan omset dari IKM batik kita”. Hal tersebut disampaikan oleh Tim peneliti dari FE Unimus, Setia Iryanto.

“Jawa Tengah dipandang sebagai centralnya dari batik Indonesia , dan perlu diinformasikan bahwa hampir seluruh kota di Jawa Tengah ada warisan budaya batik dengan motif – motif yang berbeda. Dan kami telah melakukan penelitian guna membantu mereka didalam mempersiapkan diri dalam era kompetisi, agar ada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih trampil dalam pengelolaan managemen yang profesional dan mampu menangkap potensi pasar baik di dalam maupun di luar negeri, imbuhnya”.

Acara FGD ini mendatangkan birokrasi dari Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan  Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, untuk mencocokkan program dari pemerintah dan apa yang telah diterima oleh IKM dari pemerintah. Diharapkan kedepannya pemerintah bisa memberikan bantuan yang lebih merata dan efektif, yang meliputi tekhnis keterampilan, managerial, menyediakan pasar dan mengajak untuk promosi, serta yang lebih penting lagi adalah fasilitas pengucuran modal dan memperoleh modal – modal yang direkomendasi dari pemerintah.

Dalam rangka meningkatkan permintaan batik dari konsumen, saat ini pemerintah telah melakukan himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan batik.

“Sekarang ini pemerintah sedang mendorong untuk peningkatan penggunaan batik melalui himbauan – himbauan seperti penggunaan batik untuk kerja seperti di Provinsi Jawa Tengah, dalam rangka upaya untuk peningkatan penggunaan batik dan peningkatan rasa cinta terhadap batik produk lokal, khususnya Jawa Tengah.” Hal tersebut disampaikan oleh Bidang Penyuluh Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Iwan Indrawan, ST, MM. (it)