PD NA Kendal Gelar Seminar Ekonomi Syari’ah dan Workshop Ekonomi Kreatif

0
948
Ketua PDNA Kendal, Dian Rahmawati. S.Pd I saat menyampaikan sambutan. Wakil ketua PCM Kaliwungu, H.Moh. Antono, SE dan ketua komunitas masyarakat anti riba, Pramudyo Dwi Ananto (kiri)

PWMJATENG.COM, KENDAL – Menyambut milad ke – 88 Nasyiatul Aisyiyah yang akan jatuh pada 16 Mei 2017, PD NA Kendal melalui departemen sosial ekonomi menggelar beberapa kegiatan, diantaranya adalah seminar ekonomi syari’ah dan workshop ekonomi kreatif pada Ahad (16/4) di gedung balai dakwah Muhammadiyah Kaliwungu.

Kegiatan tersebut dihadiri 92 peserta, terdiri dari jajaran PDNA Kendal, ortom daerah Kendal, dan utusan PC NA se Kab. Kendal menghadirkan mentor dari komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR), Pramudyo Dwi Ananto. Di hadapan peserta, Pramudyo mengatakan, perekonomian yang berbasis riba tidak akan menciptakan perekonomian yang baik.

“ Suku bunga pinjaman dapat menghalangi terciptanya tata perekonomian yang baik dan adil. Dalam ekonomi riba, tidak terwujud rasa kebersamaan, karena pemilik modal dalam sistem bunga hanya mementingkan diri sendiri, dan tidak peduli yang dialami peminjam, apakah untung atau rugi. Yang penting bunga harus diserahkan dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu pula. “ jelas Pramudyo yang mengaku pernah bekerja dibidang perbankan.

Dalam karir pekerjaan, beliau pernah mengurusi kredit – kredit nasabah dengan jumlah milyaran yang membuat kehidupannya menjadi pelik. 12 tahun bergelut di dunia perkreditan dirasakan ada sesuatu yang tidak baik. “ Waktu itu ada keinginan yang kuat untuk keluar dari dunia perbankan yang penuh dengan riba. Dan melalui ESQ virtual training kehidupan saya cukup berubah. Alhamdulillah, pekerjaan yang sekarang saya tekuni ini ada barokahnya,“ kenang Pramudyo yang sekarang menjabat sebagai kepala audit distributor obat pertanian, Weleri, Kendal.

Ditambahkan, setelah mengetahui bahaya riba, maka harus mengembangkan ekonomi keumatan yang berpihak pada kaum mustad’afin dengan memberdayakan ekonomi yang kompetetif. Melalui ekonomi keumatan diharapkan Nasyiatul Aisyiyah mampu memberdayakan komunitas mustad’afin untuk diangkat perekonomiannya.

Setelah seminar dilanjut dengan workshop yang menghadirkan praktisi home industry pengrajin produk handmode, kerajinan tangan berupa kreasi dari bahan talikur berupa produk tas dan dompet.

“ Dalam workshop ini dititik beratkan pada praktek pembuatan kerajinan tangan berupa tas “ kata ketua panitia Latifah MAR, M.Si.

Peserta workshop saat praktek handmode membuat kreasi berupa tas berbahan talikur.

Menurut beliau dipilihnya handmode, karena peluangnya masih lebar dan belum digarap secara maksimal. “ Di workshop ini kami akan menjaring 10 orang yang akan kami ajak untuk bergabung dalam Al Ma’un Foundation “ ujarnya.

Melalui workshop ketrampilan akan tumbuh jiwa kewirausahaan. “ Dengan adanya kegiatan ini akan membangkitkan minat dan bakat serta pengembangan skill kader dalam bidang kewirausahaan di lingkungan NA khususnya. “ tegas Latifah.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Rumah Sakit Darul Istiqomah (RSDI) Muhammadiyah Kaliwungu tersebut dihadiri oleh wakil ketua PCM Kaliwungu, H. Moh. Antomo, SE yang mengharapkan kegiatan ini berdampak positif terhadap dinamika NA di bidang kewirausahaan. “ Kami sangat mendukung kegiatan seminar dan workshop yang akan menjadikan NA sehat jasmani, rohani dan sehat ekonomi syari’ah. “ katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, ketua PDNA Kendal, Dian Rahmawati, S.Pd.I ketika ditemui pwmjateng.com di sela – sela kegiatan menilai pentingnya memahamkan ekonomi syari’ah kepada ummat. “ Dengan ekonomi berbasis syari’ah akan membawa berkah melalui pelatihan pemberdayaan handmode oleh komunitas ekonomi kreatif. “ katanya.

Dijelaskan, kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian acara milad NA. “ Masih ada beberapa rangkaian kegiatan lain, seperti aksi damai dukungan terhadap undang – undang no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang – undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak “ ujar Dian. ( A.Ghofur/MPI Kendal)