PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal

0
660

PWMJATENG.COM, Magelang – Keberadaan petugas penyembelihan hewan memiliki peran dan fungsi yang penting dan strategis di masyarakat. Profesionalitas bagi para petugas juru sembelih menjadi mutlak dibutuhkan mengingat nantinya hasil dari sembelihan tersebut akan dikonsumsi oleh masyarakat. Ketika akan dikonsumsi masyarakat maka perlu dipastikan terkait kehalalan dan kesehatannya. Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang Suradi pada saat pembukaan Kegiatan Pelatihan Juru Sembelih Halal yang diselenggarakan pada Kamis 17/08/2017 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Magelang – Jogja Km 11 Paremono, Mungkid.

Peserta kegiatan tersebut berjumlah 56 orang yang berasal dari utusan Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se Kabupaten  Magelang serta masyarakat umum. Materi yang disampaikan antara lain Fiqih Qurban, teknik penyembelihan, kesehatan hewan dan pengolahan daging. Selain materi yang bersifat teori, dilakukan pula praktek penyembelihan kambing sebanyak 2 (dua) ekor yang langsung disaksikan oleh peserta pelatihan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang beberapa waktu yang lalu.

Keberadaan juru sembelih yang profesional selain dibutuhkan pada saat Hari Raya Idul Adha juga dibutuhkan di waktu-waktu yang lainnya seperti di rumah pemotongan hewan yang memang ada aktifitas setiap harinya. Sebagian besar peserta pelatihan adalah generasi muda, harapannya adalah untuk kepentingan regenerasi bagi keberadaan juru sembelih.

Salah satu pemateri Eko Jati Waluyo mengatakan bahwa setiap penyembelihan perlu memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan, artinya setiap tahapan dalam proses penyembelihan jangan sampai membuat hewan yang akan disembelih merasa stress  ketakutan. Salah satu yang perlu dilakukan adalah sebelum disembelih, hewan – hewan tersebut ditempatkan di lokasi yang terpisah satu dengan yang lainnya dan diluar lokasi penyembelihan. Sebelum dilakukan pemisahan kulit dari dagingnya perlu dipastikan bahwa 4 (empat) organ tubuh sudah terputus yakni tenggorokan, jalur pernafasan, jalur makanan dan pembulu darah. “Selain itu sebelum penyembelihan dilakukan, harus terlebih dahulu membaca do’a” katanya.

Salah satu peserta pelatihan Ahmad Haqiqi dari Desa Ambartawang Kecamatan Mungkid mengatakan materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi para juru sembelih. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan ilmu serta dapat menjadi sarana berbagi pengalaman diantara peserta.  (MPI PDM Kab. Magelang)