PCM Ndoro Pekalongan Studi Banding ke SD Muhammadiyah Sudagaran

0
917

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – “Inovasi dan Branding merupakan Strategi Kemajuan Sekolah Muhammadiyah”, Bergerak, Upgrade dan berinovasi, itu merupakan salah satu ciri sekolah-sekolah Muhammadiyah, kemajuan sekolah Muhammadiyah itu selalu menular, karena jika ada salah satu sekolah Muhammadiyah yang maju maka akan berduyun-duyun sekolah lain silaturahim untukmaju bersama.

0402-STUDI BANDING-2

Sabtu, 4 Februari 2017 SD Muhammadiyah Sudagaran mendapat kunjungan dari PCM Ndoro Pekalongan yang terdiri dari Pimpinan, Majelis Dikdas, SMK Muhammadiyah NdorIo ekalongan, MIM Kutosari dan SD Muhammadiyah Paesan Wonosari Pekalongan. Rombongan yang berjumlah 13 orang yang tersebut sebelum sampai ke sekolah menyempatkan diri untukmenikmati keindahan kota Wonosobo dengan bermalam di puncak bukit si Kunir yang memiliki pesona gold sunrise dan merupakan salah satu terbaik di Asia.

Menjelang Dzuhur sekitar pukul 11.00 rombongan tiba di sekolah,  disambut oleh PCM Wonosobo dengan formasi yang cukup lengkap dan Majelis Dikdasmen beserta jajarannya dan salah satu tujuan mereka berkunjung ke SD Muhammadiyah Sudagaran adalah untuk Iqra’, mengambil hal-hal baik untuk di aplikasikan di Pekalongan. Sekolah yang memiliki ekskul Robotik pertama di Wonosobo ini memberikan presentasi tentang strategi sekolah Muhammadiyah untuk bersaing secara sehat, yang salah satunya terus berinovasi dan straegi branding.

Selanjutnya, para tamu juga disuguhi tampilan tahfid anak kelas 3 dengan mengafalkan salah satu surat yang cukup panjang dalam Al Qur’an dan merupakan salah satu program unggulan di sekolah tersebut. Sekolah yang baru saja mendapatkan penghargaan sekolah berbudaya mutu tingkat nasional ini, sudah sering mendapatkan kunjungan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah darikota lain, dan trust masyarakat terus meningkat seiring dengan perkembangan dan inovasi tiada henti dari sekolah ini, dan menurut salah satu guru menyampaikan bahwa sekolah ini sudah mendapatkan murid sekitar 2 kelas yang mana kuota yang tersedia hanya 3 kelas.

Kemudiana cara di tutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari masing-masing PCM dan jika sekolah Muhammadiyah selalu bersinergi dan silaturahim untuk kemajuan bersama maka dalam hitungan tahun geliat-geliat sekolah Muhammadiyah diberbagai daerah tinggal menunggu waktu. (n_rosid.a. MPI PDM Wonosobo)