PCM Kota Kendal Gelar Bimbingan Jelang Kematian

0
640
Budi-Prayitno-S.Pd_.I-berdiri-saat-menyampaikan-materi-Pelatihan-Bimbingan-Jelang-Kematian-di-serambi-masjid-Mujahidin-Kendal

PWMJATENG.COM, KENDAL – PCM Kota Kendal melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Ahad (2/4) di serambi masjid Mujahidin menggelar bimbingan jelang dan pasca kematian. Kegiatan yang melibatkan seluruh anggota jamaah pengajian ahad pagi itu dipandu langsung oleh Budi Prayitno, staff unit dakwah dan Ismuha RSI Muhammadiyah Kendal.

Kematian tidak perlu ditakuti atau ditantang ‘ siap mati ‘, tetapi yang perlu diwaspadai adalah sebelum kematian. Dan orang meninggal biasanya diawali dengan sakit. Demikian kata Prayitno. “ Ada dua kemungkinan seseorang pasca sakit, sembuh atau meninggal. Jika sembuh, maka kemungkinan dia membersihkan dan mensucikannya, apabila meninggal kemungkinan dosa – dosanya diampuni dan mendapat rahmat dariNya “ ujarnya.

Menurut beliau, orang sakit tetapi masih sadar, dan orang yang sakit kritis sama – sama memerlukan bimbingan. “ Orang sakit masih sadar harus sabar dan tawakal, berkhusnudhon kepada Allah, jangan meninggalkan sholat, memperbanyak istighfar dan dzikir, meminta maaf dan memaafkan, berwasiat dan nasehat yang baik, berobat, berdoa terus, dan membiasakan mengucapkan kalimat tauhid. Sedangkan bagi orang yang sakit kritis semua anggota keluarga harus ikhlas dan jangan meratap, doakan dan ucapkan dengan perkataan yang baik, serta mentalqin atau membimbingnya “ jelas Prayitno.

Dikatakan pula, membimbing atau mentalqin seorang muslim di detik – detik akhir kehidupan, kematian sangat penting sebagai ikhtiar menuju kematian yang khusnul khotimah, maka ketika seorang muslim baru meninggal, bagi orang yang tahu atau mendengarnya sangat dianjurkan mengucapkan istirja’ dan doakan. “ Ketika baru meninggal pejamkan matanya dan katubkan mulutnya, kendurkan urat – uratnya, luruskan posisi tubuhnya, lepaskan pakaian dan segala hal yang menempel di tubuhnya, sedekapkan tangannya, tutup seluruh tubuhnya dengan kain yang bersih, letakkan di tempat yang layak. Hendaknya keluarga terdekat segera mengurus hutangnya (jika ada), kabarkan kematiannya. Bagi sanak famili hendaknya membuatkan makanan bagi keluarga almarhum, dan segerakan mengurusnya “

Ketua PCM Kota Kendal, Ismaini Hatta, S.Ag yang turut hadir dalam kegiatan bimbingan tersebut menyampaikan, kegiatan akan berlanjut pada tahap pemulasaran jenazah. “ Setelah kita memahami pada tahap bimbingan jelang kematian, Ahad depan kita konsentrasi ke tehnik pemulasaran jenazah “ kata Ismaini. Menurut beliau pelatihan bimbingan jelang kematian dan pelatihan pemulasaran jenazah sangat penting bagi warga Muhammadiyah. “ Kebiasaan kita pada tahap jelang kematian dengan membimbing atau mentalqinnya, tetapi pada pemulasaran jenazah justru kadang diserahkan orang lain. Hal tersebut kurang baik “ ujarnya.

PCM Kota Kendal berharap, setiap rumah yang ada warga Muhammadiyah minimal satu orang memahami dan mampu membimbing anggota keluarganya ketika sedang mendapat musibah. “ Kami mengharapkan ada setiap anggota keluarga Muhammadiyah di rumahnya memahami dan melaksanakan tugas – tugas bimbingan menjelang kematian maupun pasca kematian sesuai dengan tuntunan Islam yang tertuang dalam putusan tarjih “ pintanya. (Dyah Anggraeni/MPI Kendal)