PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta Adakan Masta lewat Virtual

0
34

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Pada hari Rabu,18 November 2020 PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta mengadakan masta virtual dengan tema “Efisiensi IMM Sebagai Wadah Berkembang Di IAIN Surakarta” . Dengan pembicarayang sangat luar biasa, yaitu Immawan Ahmad Zia Khakim, S. H dan Immawan Supriyadi, S. Sos . Diskusi dilaksanakan secara virtual melalui platform Google Meet, dimulai pukl 19.00-22.00 dan diikuti oleh para kader baru serta para kader IMM PC Ahmad  Dahlan. Masta Virtual tersebut berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit adanya kendala jaringan namun para kader baru tetap antusias dan cukup aktif dalam diskusi tersebut.

Berorganisasi di tengah pandemi? Mengapa tidak. Jika kebanyakan mahasiswa menganggap bahwa berorganisasi dapat menghambat kuliahnya. Faktanya tidak demikian, permasalahannya hanya terdapat pada seberapa bisa ia mengatur waktu dan skala prioritas di setiap kegiatan. Di zaman millenial ini sebagai mahasiswa kita harus bisa menggunakan peluang yang ada untuk mengukir Suka duka, gembira ria,dan berkreativitas agar mempunyai banyak kenangan-kenangan berharga di usia muda.

Selain itu berorganisasi juga dapat menambah teman/relasi, ilmu dan wawasan pun juga bertambah, membuka pintu rezeki, menjalin ukhuwah islamiyyah, menurunkan ego diri dan tentunya berlatih kerja tim serta agar dapat me-manage diri. Agar berkuliah tidak hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) dan kura-kura (kulah rapat). Seorang mahasiswa dapat dikatakan mahasiswa yang sesungguhnya apabila dirinya mampu membuat perubahan di masyarakat sekitar , karena pada dasarnya mahasiswa adalah “ agent of change”.

Di setiap organisasi memiiki tujuan yang baik, tinggal bagaimana kecocokan tujuan tsb dengan visi kita. Maka dari itu, sesuaikan dengan passion dan minat kita agar kita dapat berorganisasi dengan sepenuh hati tanpa adanya paksaan. Di IMM pun lebih dari sekedar berorganisasi. IMM adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang berada di level tingkat mahasiswa. Dengan jargonnya Tri Kompetensi Dasar dan Trilogi nya, kader IMM harus paham agar di setiap ranah geraknya akan selalu selaras dengan tujuannya. Ber-IMM artinya kita bermuhammadiyah serta menjadi pioner untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah, di samping itu juga  berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

Aktivis millenial harus berperan bukan baperan. Siapa lagi kalau bukan kita yang meneruskan perjuangan dakwah Islamiyah ini? Salah satunya dengan berlandaskan Tri Kompetensi Dasar IMM, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Ketiga dasar itu jangan hanya diucapkan dalam lisan saja, tetapi juga harus diaplikasikan. Lalu tugas sebagai aktivis milennial itu apa? Eksistensi diri, artinya kembangkan niat dan bakat. Lalu membangun dan memperluas jaringan sebanyak mungkin,di samping itu mengikuti Seminar atau workshop/diklat, terutama dalam perkaderan IMM dan aktiv dalam diskusi ke-Muhammadiyahan.

Lalu bagaimana agar IMM berkembang di IAIN Surakarta? Jawabannya kader IMM harus menyumbangkan ide/gagasan baru dan segar agar tidak terjadi kejumudan dan stagnan dalam gerakan. Kader IMMbisa mengikuti organisasi internal di kampus,namun IMM harus tetap menjadi prioritas. Organisasi IMM tidak hanya milik mereka yang sudah aktif di Muhammadiyah, tetapi siapapun boleh ikut dan berjuang di IMM.

Semakin malam diskusi berjalan semakin aktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari para peserta Masta. Lalu panitia memberikan link absensi dengan beberapa persyaratan guna mendapatkan Sertifikat Masta. Kami berharap agar kader-kader baru IMM dapat terus berproses semaksimal mungkin, agar potensi yang dimiliki dapat berguna bagi ummat dan tentunya dapat memajukan IMM aga selalu berkontribusi dengan baik. (*)