Musyda HW Klaten Jadi Ajang Konsolidasi

0
439

PWMJATENG.COM, KLATEN – Musyawarah Daerah III Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Klaten merupakan ajang penyegaran organisasi. Sehat dan tidaknya organisasi dapat dilihat salah satunya dari penyelenggaraan Musyawarah Daerah sebagai ajang permusyawaratan tertinggi di tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) HW Klaten.

Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Jawa Tengah Anjar Nugroho mengatakan Kwarda HW Klaten merupakan aset terbesar dari seluruh kabupaten atau kota diseluruh Jawa Tengah. Ditargetkan sampai dengan April tahun ini seluruh kwarda HW seluruhnya sudah selesai melaksakan Musyda.

“Penyelenggaraan Musyda merupakan satu indikasi yang dapat dijadikan ukuran bahwa suatu organisasi dinyatakan sehat”,katanya saat membuka Musyda III Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Klaten di Aula SMA Muhammadiyah 1 Klaten, Sabtu (28/1/2017).

Dijelaskan musyda merupakan ajang permusyawaratan tertinggi di internal HW, sebagai  ajang konsolidasi organisasi sehingga di dalamnya harus terjadi transformasi (perputaran)  kader di kepengurusan Kwarda HW Klaten sehingga keberadaanya makin sehat.

Musyawarah Daerah (Musyda) III Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Klaten  menetapkan Suparlan kembali memimpin Kwarda HW Klaten periode Muktamar III. Ketetapan ini merupakan  keputusan sidang  12 formatur  hasil pemilihan Musyda HW di aula SMA Muhammadiyah 1 Klaten.

Berdasarkan hasil perhitungan suara panitia pemilihan musyda, terpilih 12 formatur yang masuk di jajaran kepengurusan Kwarda HW Klaten yakni, Muhammad Dzikron 120 suara, Suparlan 112 suara, Sehono 101 suara, Sukasno 98 suara, Aris Munawar 95 suara, Yulinta Asma Riana 71 suara, Mudzakir 61 suara, Nanang Qosim 56 suara, Burhanudin 55 suara, Nur Cahya Utama 51 suara, Afiq Yuli Arifin 47 suara dan Tri Yulianto 47 suara.

Ketua terpilih Musyda III Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Klaten Suparlan mengatakan penetapan dirinya menjadi Ketua merupakan hasil rapat tertutup 12 formatur yang terpilih.

“Saya dipilih karena dorongan teman teman formatur yang masuk 12 peroleh suara tertinggi, padahal dari awal  menginginkan adanya rotasi kepemimpinan”,katanya. (MN)