Musyda dan Apel Kesiapsiagaan Muhammadiyah Purbalingga

0
392

PURBALINGGA – Ali Sudarmo terpilih menjadi Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Purbalingga dalam Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah, Aisyiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Sedangkan Ketua Aisyiyah terpilih adalah Siti Zuharoh dan Ketua IPM Jefri Lisaldi.
Musyda yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga itu dibuka Bupati Tasdi. Bupati menuturkan, sebagai bagian dari masyarakat Purbalingga dia merasakan kerja keras Muhammadiyah untuk mensejahterakan masyarakat. “Selama ini kontribusi keluarga besar Muhammadiyah dengan Pemkab sinergis terutama dalam mewujudkan amar makruf nahi munkar,” kata Bupati Tasdi saat membuka musyda. “Karena itu ke depan kami harapkan Muhammadiyah bisa lebih bersinergi lagi. Kami berharap pimpinan yang baru bisa bersinergi dengan Pemkab seperti yang sudah-sudah,” ujarnya.
Menurut Tasdi, umaro, ulama dan umat, terutama keluarga besar Muhammadiyah, harus bersinergi untuk membangun Kabupaten Purbalingga.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Purbalingga domisioner, HM Wahyudhiana, mengatakan musyda merupakan ajang silaturahmi untuk menyamakan pikiran, sikap dan langkah menghadapi tantangan masa depan, guna menggerakkan persyarikatan ke arah kemajuan dan kejayaan. “Ada empat pokok agenda Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah. Pertama, laporan kebijakan atau pertanggungjawaban. Kedua, menyusun dan menetapkan program kerja,” katanya. Ketiga, menyusun dan menetapkan anggota dan ketua pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk lima tahun ke depan dan rekomendasi, internal maupun eksternal dalam menyikapi situasi dan kondisi mutakhir.
Apel Kesiapsiagaan Warga Muhammadiyah
Sebelum pelaksanaan Musyda, warga Muhammadiyah Purbalingga menggelar Apel Kesiapsiagaan, Sabtu (16/4). Apel yang diikuti 1.500 warga Muhammadiyah, dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, dan Bupati Purbalingga, Tasdi.
Apel kesiapsiagsiagaan dipusatkan di Alun Alun Purbalingga, diawali dengan kegiatan jalan sehat keliling kota yang diikuti sekira 10 ribu warga Muhammadiyah se-Kabupaten Purbalingga, terdiri dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), ‘Aisyiah, Hizbul Wathan, Tapak Suci dan kalangan pelajar perguruan Muhammadiyah. Usai apel juga ditampilkan unjuk ketrampilan bela diri TapakSuci dan pelepasan balon.
Bupati Tasdi saat menjadi Pembina apel menuturkan bahwa Perserikatan Muhammadiyah lahir sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Yakni selalu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kejahatan, ditengah-tengah masyarakat yang sudah semakin majemuk. “Saya menghimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk terus berlomba-lomba untuk melakukan kebajikan dan mencegah kemungkaran,” ujar Tasdi.
Bupati juga mengingatkan seluruh kader Muhammadiyah, pesan yang disampaikan pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan. Yakni agar warga Muhammadiyah senantiasa menghidup-hidupkan Muhammadiyah agar selalu menjadi api semangat dalam perjuangan Muhammadiyah untuk bangsa ini.
Terkait akan diselenggarakannya Musyda Muhammadiyah dan ‘Aisyiah, Tasdi berpesan agar Musyda dijadikan wahana evaluasi berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk merencanakan program yang akan datang benar-benar untuk kemaslahatan umat dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (suaramerdeka.com/Arief Noegroho/CN41/SMNetwork/editor Fakhrudin PWM Jateng)