Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah

0
534

Semarang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa tengah beberapa waktu yang lalu menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) di hotel Grasia Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Tengah, Pimpinan Majelis, Lembaga dan Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Haidar Nasir, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu`thi, M. Ed.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Drs. Musman Thalib, M. Ag, menjelaskan tujuan Musypimwil tersebut antara lain untuk silaturahim pimpinan Muhammadiyah se-Jawa Tengah dan mengevaluasi program serta rencana ke depan. Selain itu, juga untuk mempersiapkan muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tanggal 3-8 Agustus.
Musman menjelaskan masing-masing pimpinan Muhammadiyah di Jateng menjabarkan program yang berjalan terutama yang unggulan. Ia berujar, dalam masa mendatang pihaknya ingin lebih memanfaatkan dan memperluas amal usaha hingga mengaitkan antarusaha. Misalnya, BPR Syariah milik Muhammadiyah akan didirikan di beberapa wilayah seperti Sukoharjo dan Batang. “Kami ingin antar amal usaha saling bekerjasama, misalnya sekolah menengah dengan perguruan tinggi dan dengan amal usaha yang lain semisal rumah sakit dan sebagainya,” jelasnya.
Musman memaparkan bahwa saat ini ada lembaga Muhammadiyah Jateng yang jadi unggulan yaitu lembaga penanggulan bencana alam muhammadiyah. Lembaga bencana alam tersebut sudah diakui secara nasional hingga pernah mengirim relawan ke Filipina, Sumatra Barat, Jawa Barat, Banjarnegara, dan di jateng sendiri. Lembaga Penanggulangan Bencana Muhamamdiyah Jawa Tengah merupakan yang paling maju di Indonesia sehingga sering diminta untuk melatih di wilayah lain. “Ke depan kami ingin sesuai dengan ciri Muhammadiyah yang berpahaman Islam berkemajuan, semua potensi untuk bisa meningkatkan bersumber dari kemampuan sendiri,” jelasnya.
Musman mencontohkan, dalam waktu dekat ini Muhammadiyah akan mendirikan rumah sakit PKU Muhammadiyah di wonosobo yang menghabiskan dana sekitar 40 miliar. Lalu, di kabupatan Pati sudah dilakukan pembangunan rumah sakit sekitar Rp 35 miliar.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haidar Nasir, menganggap Muhammadiyah Jawa Tengah termasuk yang terbesar di Indonesia, baik dari jaringan organisasinya maupun amal usahanya. Dengan kebesaran itu, muhammadiyah jateng diharapkan bisa mengakslereasi peran-peran strategisnya. “Apalagi Jateng termasuk barometer politik tingkat nasional. Kami yakin juga, harapan besar muhammadiyah bakal bersinergi pemerintah maupun masyarakat yang lain (dari segi politik),” jelas Haidar.
Lebih teknis, Kepala Kantor Muhammadiyah Jawa Tengah, Mundzirin, mengatakan bahwa agenda pokok musypimwil adalah laporan pelaksanaan program PWM Jateng selama dua tahun terakhir, pembentukan panitia pemilihan PWM Jateng periode 2015-2020, dan penyusunan prioritas Program dan Kebijakan Muhamamdiyah Jateng tahun 2015.
Forum musyawarah juga akan menjadi kesempatan Muhammadiyah merapatkan barisan jelang Muktamar 2015 di Sulawesi Selatan. “Muktamar akan diselenggarakan pada Agustus 2015. Muhammadiyah Jawa Tengah harus mempersiapkan agenda dalam pembahasan forum tersebut”, tambah Mundjirin ketika disinggung tentang persiapan Muktamar.
Musypimwil merupakan forum tertinggi kedua Muhammadiyah di tingkat wilayah. Pada penyelenggaraan tahun ini, Muhammadiyah Jateng mengusung tema “Bersama Muhammadiyah Menuju Jawa Tengah yang Mandiri dan Berkemajuan”. “Musypimwil bukan hanya untuk kepentingan Muhammadiyah Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat di Jawa Tengah secara keseluruhan”, ungkap Mundjirin. (Bakti Buwono/tribunjateng.com/Setiyo/cermin/editor: Fakhrudin)