Musman Tholib: Muhammadiyah Didirikan dan Lahir di Indonesia untuk Menegakkan Islam Setegak-tegaknya

0
548
Drs. H. Sugiri, M.Pd, ketua PCM Brangsong (paling kiri) saat melantik jajaran PRM se cabang Brangsong

PWMJATENG.COM, KENDAL – Salah satu faktor yang melatarbelakangi kelahiran Muhammadiyah karena ajaran agama Islam di zaman itu tidak murni lagi, keruh, karena terkontaminasi dengan ritual atau tradisi yang bukan bersumber dari Islam, tetapi tercampuri agama lain.

Ummat Islam sebelum Muhammadiyah didirikan berfikiran jumud, sempit, tidak bisa melihat sesuatu yang ada lebih luas lagi dan memang demikianlah adanya. Maka kondisi jumud dan taqlid ummat Islam di masa itu ingin dikembalikan oleh KH.Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah.Dahlan berharap dan bersunguh – sungguh agar Islam murni, tegak yang setegak – tegaknya.

Demikian salah satu kesimpulan dari ceramah wakil ketua PWM Jateng, Drs. KH.Musman Tholib, MAg, pada pengajian Ahad pagi (30/4) di masjid Darul Muttaqin Brangsong, Kendal. Menurut Musman, Muhammadiyah dalam gerakannya tidak akan pernah berhenti dalam melayani ummat. “Tugas utama Muhammadiyah adalah melayani, memberi pencerahan melalui amal usaha yang telah dimiliki. Mereka yang sakit kita layani dengan rumah sakit, anak – anak kita cerdaskan melalui pendidikan, dan yang miskin disantuni melalui zakat,“ katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut wakil sekretaris PDM Kendal, H. Moh. Antono, SE, Dip.Kmd. Di hadapan ratusan anggota jamaah pengajian beliau mengatakan, pentingnya peranan pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) sebagai basis anggota yang tersebar di desa atau kelurahan. “Dinamika PRM yang sehat dan aktif ditandai dengan adanya rutinitas kegiatan yang berkualitas dan berkesinambungan,” jelas Antono.

“Sebuah kegiatan bisa disebut berkualitas, apabila didasarkan pada program kerja dan berdampak positif terhadap perkembangan ranting,“ tambahnya.

Pengajian tersebut digelar bersamaan dengan pelantikan 7 PRM periode 2015/2020 yang ada di Cabang Brangsong, yang telah menyelenggarakan Musyran beberapa bulan yang lalu. Sebanyak tujuh ranting tersebut adalah PRM Brangsong dengan ketua Sumardi, S.Pd.I; PRM Sidorejo dengan ketua Safrudin, SE; PRM Rejosari ketuanya Andi Maskun, SE; Purwokerto ketua Herlambang; ketua PRM Tosari Usman Ahmad Muhid; PRM Blorok Sugiyono, dan PRM Penjalin M. Rois.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan dan dilantik oleh ketua PCM Brangsong, Drs. H. Sugiri, M.Pd kepada PRM yang baru dilantik untuk segera melakukan kordinasi dalam rangka menyiapkan kegiatan. “Program kerja yang perlu segera dilaksanakan adalah amalan Ramadhan,“ ungkap Sugiri.

Beliau berharap di bulan suci tersebut seluruh ranting yang ada di Brangsong untuk memakmurkan masjid dan Musholla. “Makmurkan, ramaikan masjid dan musholla kita di bulan ramadhan dengan kegiatan – kegiatan yang bernilai ibadah,“ pintanya. (A.Ghofur/MPI Kendal)