Muslim : Guru Muhammadiyah Harus Mendidik dengan Hati

0
755

 PWM JATENG.COM, KENDALOrang tua atau wali murid yang telah menyerahkan anak – anaknya kepada para guru untuk dididik melalui lembaga pendidikan milik Muhammadiyah berharap agar buah hatinya itu kelak menjadi manusia yang hidupnya berkepribadian luhur nan Islami, dan untuk menciptakan generasi qurani, setiap guru Muhammadiyah dalam mendidik harus menggunakan nurani, mendidik dengan hati.

Demikian kata ketua PDM Kendal, Kyai Haji Muslim ketika membuka acara Gelar Tahfidh Al qur’an bagi siswa – siswi SD Muhammadiyah Purin, Kec. Patebon, Kab. Kendal Sabtu (10/12/16) di aula SD setempat. Kegiatan tersebut sebagai penutup dan berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester gasal tahun pelajaran 2016 – 2017.

Di hadapan ratusan wali murid, orang nomer satu di lingkungan Muhammadiyah Kendal itu mengungkapkan, mensekolahkan anak di lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak akan sia – sia, “ sekolah di Muhammadiyah tidak hanya bisa membaca dan berhitung seperti murid pada umumnya, tetapi setiap siswanya memiliki nilai tambah yang belum tentu dimiliki murid lain, yaitu kemampuan membaca dan memahami al qur’an secara benar “ jelas Muslim.

Sedangkan Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan Kota Kendal, Darsiyanto, M.Pd yang turut hadir mengapresiasi kegiatan SD Muhamamdiyah Purin , “ kami sangat bangga dengan anak – anak yang mampu menghafal surat – surat al qur’an dalam juz ke 30, sebuah prestasi yang belum tentu dimiliki oleh siswa lain “ pujinya.

Kepala SD Muhammadiyah Purin, Nurrudin, SE, melalui ketua panitia Ibrahim ketika ditemui awak media mengatakan, kegiatan gelar tahfidz qur’an sebagai evaluasi atas pencapaian anak didik terhadap pemahaman al qur’an “ kami ingin mengetahui, sejauh mana pencapaian prestasi anak anak kami terhadap penguasaan al quran di bidang tahfidz dan tarjamahannya “ katanya, dan di luar dugaan, anak – anak itu antusias , “ ini kegiatan uji coba dan kami melihat anak – anak responsif, maka perlu kami intensifkan setiap akhir ulangan semester “ tambah beliau.

Gelar tahfidz qur’an menampilkan siswa kelas 1 dan kelas 6. Untuk kelas 1 menyuguhkan surat – surat pendek juz 30 yang dilanjutkan hafalan beberapa hadits nabi dan do’a – do’a harian, sedangkan kelas 6 menampilkan tahfidz sambung ayat dan terjemahan, yaitu menyambung atau meneruskan dengan hafalan ayat al quran pada juz 1 yang diucapkan tamu undangan untuk diteruskan oleh siswa dan disempurnakan dengan menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia. Jamaah dibuat kagum ketika siswa kelas 6, Tafida Nur Alifa dan Abbad Muhammad Yazid masing – masing dengan lancar dan fasih mampu menyambungkan ayat ke 83 sampai 85 dari surat Al baqarah sesuai yang diminta. Tidak sampai di situ, Alifa dan Yazid menterjemahkannya kata demi kata yang ada dalam ayat tersebut secara bergantian, Subhallah. ( AbG/ MPI Kendal )