Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha Sehari Lebih Cepat, MUI Berharap Sama

0
443

Jakarta – Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan tanggal Idul Adha yang lebih cepat dari ketetapan pemerintah. Idul Adha tanggal 10 Zulhijah 1436 H jatuh pada Rabu, 23 September 2015; atau lebih cepat sehari ketimbang Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2015 yang menetapkan pada tanggal 24 September 2015.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Oman Fathurohman, didasarkan pada “hisab hakiki” dengan kriteria “wujudul-hilal”. Hasil perhitungan tersebut, khususnya mengenai terbenam Matahari dan tinggi Bulan menggunakan marjak Yogyakarta dengan koordinat: lintang (φ) = -07° 48′ dan bujur (λ) = 110° 21′ BT.
Hisab Hakiki adalah metode hisab yang berpatokan pada gerak benda langit, khususnya matahari dan bulan faktual (sebenarnya). Adapun “wujudul-hilal” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pada saat matahari terbenam, bulan belum terbenam. Dengan perkataan lain, bulan terbenam terlambat dari terbenamnya matahari berapapun selisih waktunya.
Untuk menetapkan tanggal 1 bulan baru Qomariah dalam konsep hisab hakiki wujudul-hilal terlebih dahulu harus terpenuhi tiga kriteria secara kumulatif, yaitu: 1) sudah terjadi ijtimak (konjungsi) antara Bulan dan Matahari, 2) ijtimak terjadi sebelum terbenam Matahari, dan 3) ketika Matahari terbenam Bulan belum terbenam, atau Bulan masih berada di atas ufuk. Apabila ketiga kriteria tersebut sudah terpenuhi maka dikatakanlah “hilal sudah wujud” dan sejak saat terbenam Matahari tersebut sudah masuk bulan baru Kamariah.
Dengan metode tersebut, pada saat matahari terbenam tanggal 13 September 2015, sebagian besar wilayah Barat Indonesia hilal sudah mulai tampak, sementara di sebagian wilayah Timur belum. Garis batas wujudul hilal yang melewati Indonesia, membaginya menjadi dua bagian. Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan Idul Adha jatuh pada 23 September 2015.
MUI Berharap NU-Muhammadiyah Sama
Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma`ruf Amin, meminta Muhammadiyah dan Nahdhlatul Ulama duduk bersama menyelesaikan soal penetapan tanggal Idhul Adha.
Menurut Ma`ruf, saat ini pihaknya masih mengkaji jatuhnya hari raya Idul Adha berdasarkan perhitungan matematis. “Jadi begini, kan memang belum ada cara penetapan yang sama antara pemerintah dan Muhammadiyah. Sekarang masih dicari cara, dikaji terus untuk menentukan almanak ini. Andaikata terjadi perbedaan itu, masyarakat harus legawa”, tegasnya.
Ma`ruf mengatakan lembaganya meminta Kementerian Agama menggelar sidang isbat menjelang Idul Adha nanti. Sidang isbat itu untuk menyamakan persepsi penghitungan jatuhnya tanggal penetapan Idul Adha. “Kami nanti akan sidang isbat, setelah itu baru ditentukan,” ujarnya.
Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat terkait dengan Idul Adha. Hari raya yang jatuh pada 10 Zulhijah ini bertepatan dengan Rabu, 23 September 2015. Sedangkan menurut kalender yang sudah tercetak, Idul Adha jatuh pada Kamis, 24 September 2015. Jika Idul Adha memang jatuh pada Kamis, berarti Muhammadiyah menetapkan sehari lebih maju. (URSULA FLORENE SONIA/REZA ADITYA/tempo.co/editor: Fakhrudin)