Muhammadiyah Karanganyar Bangun Pabrik Air Minum Dalam Kemasan

0
1194

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Potensi ekonomi warga Muhammadiyah khususnya di Kabupaten Karanganyar sungguh sangat besar, namun semua itu belum tergarap maksimal saat ini baik itu potensi suplly maupun demand. Pada periode kepengurusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar masa bhakti 2015 – 2020 ini keseriusan itu benar-benar diwujudkan. Setelah melalui Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) menginisasi pendirian perusahaan yang diberi nama PT. CAHAYA BUMI INTANPARI maka langsung gerak cepat, pada Rabu (07/12/2016) dilaksanakan peletakan batu pertama untuk kantor PT. CBI sekaligus untuk pabrikasi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Prosesi acara peletakan batu pertama pembangunan kantor dan pabrik ini dilaksankan di lokasi Jl. Lettu Mujiono, Temuireng RT 03 RW 12 Kel. Tegalgede, Kec./Kab. Karanganyar dengan acara seremonial do’a, laporan, sambutan, prosesi peletakan batu pertama dan ramah tamah bersama tamu undangan yang hadir. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan tamu undangan pimpinan pleno, ketua Majelis/Lembaga, Ortom dan AUM yang ada di kota Karanganyar.

Dalam laporannya ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Muzaiyin Arifin, SE., MM., meyampaikan bahwa khusus pembangunan pabrik air minum ini diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar 1,1 Milyar yang merupakan dana modal awal PT. CBI dimana modal tersebut merupakan adil saham dari para pendiri dan warga Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar.

“Mengapa pada awal perusahaan ini merintis bisninya dibidang penyediaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)? Karena semua orang dan khususnya warga Muhammadiyah setiap hari membutuhkan air minum bahkan semua Amal Usaha Muhammadiyah dipastikan membutuhknya dalam sehari-hari. Maka pasar ini yang pertama dipilih meskipun sudah ada juga rencana-rencana usaha dibidang yang lain, yang belum bisa disampaikan satu persatu” tandas ketua MEK yang juga kepala sekolah SMK Muh 2 Karanganyar ini.

Sementara itu ketua PDM Karanganyar Drs. H. Muh. Samsuri, M.SI., dalam sambutan arahannya menyampaikan banyak hal antara lain ketua PDM menyoroti tentang kegagalan bisnis yang pernah dikelola oleh Muhammadiyah Karaganyar, namun ketua yang dalam kesehariannya selain sebagai PNS ini juga memiliki usaha ini menekannkan agar jangan menyerah karena pernah gagal. “ justru kegagalan pengelolaan bisnis yang pernah terjadi itu sebagai guru dan pengalaman yang berharga, bangkit dengan usaha dan semangat yang baru ”, kata Muh. Samsuri.

Selain itu Rektor Institut Agama Islam Maba’ul Ulum Surakarta ini juga meyampaikan potensi ekonomi keumatan yang ada di Muhammadiyah Karanganyar yang begitu besar dan hebat sehingga harus ditangkap dan digarap sungguh-sungguh. Semangat al Amin yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW., dalam mengelola bisnisnya pada masa itu harus bisa mejadi contoh dalam memengang amanah pengelolaan bisnis sehingga dapat mengahasilkan keberkahan dari hasil usaha.

Disampaikan pula oleh ketua PDM Karanganyar tentang andil saham mayoritas sejumlah 51% saham oleh PDM Karanganyar atas modal PT. CAHAYA BUMI INTANPARI ini diharapkan kedepan Muhammadiyah bisa memposisikan sebagai penentu atas arah dan kebijakan perusahaan. Selanjutnya untuk sisa saham yang 49% dimiliki oleh para pendiri dan warga Muhammadiyah yang porsi kepemilikan oleh perorangan warga Muhammadiyah ini antara lain dibatasi maksimal 10 saham yang diharapkan tidak akan terjadi saham mayoritas oleh perorangan yang dimungkinkan akan menjadi persoalan dalam kebijakan perusahahaan. Selain itu posisi pimpinan pleno PDM Karananyar sebagai Dewan Komisaris secra eks officio ini akan memudahkah dalam estafet pegantiannya, bukan atas nama pribadi sebagai komisaris.

“intinya perusahaan dan bisis yang dibangun ini adalah dari, oleh dan untuk Muhammadiyah”, kata Muh. Samsuri mengakhiri sambutannya.

Acara seremonial peletakan batu pertama sebagai awal ditandainya pembanguanan kantor dan pabrik air minum ini diawali oleh peletakan batu oleh ketua PDM Karanganyar yang seterusnya diikuti secara bergantian oleh para pleno yang lain, ketua Majelis/Lembaga dan juga pimpinan Ortom yang ada. Seremonial peletakan batu pertama diakhiri dengan acara ramah tamah para undangan yang hadir. (MPI PDM Kra – JOe).