Muhammadiyah Kabupaten Kudus Siapkan 28 Lokasi Shalat Id

0
451

KUDUS – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus menyiapkan 28 titik lokasi shalat Idul Fitri yang digelar Jumat (17/7). Ketua PD Muhammadiyah Kudus, Achmad Hilal Madjdi, mengatakan sebanyak 28 titik shalat Id tersebut tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Kudus.
Pimpinan dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa langsung menyiapkan lokasi yang akan digunakan untuk shalat Id, setelah adanya pengumuman Idul Fitri oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. “Setelah adanya pengumuman Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat, tanggal 17 Juli, maka kami langsung menyiapkan lokasi shalat beserta nama khatib dan imam yang bertugas di setiap lokasi,“ kata Hilal.
Hilal menyebutkan, shalat Id di wilayah Kecamatan Kota akan digelar di GOR Wergu Kudus, Swalayan Ada, halaman Gedung Ngasirah, dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Krandon. Di Kecamatan Gebog, shalat Id akan digelar di lapangan Desa Klumpit, lapangan Desa Jurang, lapangan Desa Gribig, lapangan Desa Besito, lapangan Desa Kedungsari, lapangan Desa Getasrabi, dan lapangan Desa Karangmalang.
Warga Muhammadiyah di Kecamatan Bae akan menggelar shalat Id di halaman MI Muhammadiyah Bae, halaman Toko Prima Dersalam, lapangan Gondangmanis, kompleks Perum BRB Pedawang, dan halaman SD Peganjaran. Di Kecamatan Jati, shalat Id akan digelar di lapangan sebelah timur SMK Wisuda Karya Jati, lapangan Getas Pejaten, dan lapangan Desa Pasuruhan Lor.
Warga Muhammadiyah di Kecamatan Jekulo akan menggelar shalat Id di lapangan depan SD 5 Jekulo, dan halaman Masjid Baitul Muttaqin Hadiwarno. Di Kecamatan Mejobo dan Undaan masing-masing hanya ada satu lokasi yaitu di halaman Masjid Baitul Muttaqin, Payaman, Mejobo dan lapangan Desa Ngemplak, Undaan.
Di Kecamatan Kaliwungu, shalat Id digelar di lapangan Desa Papringan, halaman SD 2 Setrokalangan, halaman Masjid Muhammadiyah Baiturrahim Kedungdowo, lapangan MAN 2 Kudus, dan halaman SD 2 Mijen.
Menghormati Perbedaan
Hilal mengatakan, warga Muhammadiyah tentunya akan menghormati keputusan pemerintah terkait penentuan Idul Fitri.
Jika pun nanti ada perbedaan, warga, baik di kalangan Muhammadiyah maupun organisasi keagamaan lainnya sudah terbiasa. ‘’Perbedaan sudah sering terjadi, dan selama ini tidak ada yang mempermasalahkan. Terkait isi khutbah khotib, PD Muhammadiyah tidak memberikan instruksi khusus,’’katanya. (H62-24/suaramerdeka.com/editor: Fakhrudin)