Muhammadiyah Kab. Pekalongan Kembalikan Semangat Dakwah Saudagar Islam Dalam Tubuh Muhammadiyah

0
1133

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN- Ahad 15 Jnuari 2017 bertempat di Pimpinan cabang Muhammadiyah Kesesi diselenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Pekalongan. Penyelenggaraan RAPIMDA adalah sebagai evalusi dari program kerja yang telah dirancang dan disahkan bersama-sama data RAKERDA. Salah satu bahasan dalam RAPIMDA adalah evaluasi dari program kerja yang telah terlaksana dan yang belum terlaksana, kendala yang dihadapi serta harapan kedepan yang akan dicapai.

Hasil paparan dari masing-masing Majelis dalam PDM Kab.Pekalongan masalah yang sering dijumpai adalah terkait pendanaan, kaderisasi, dan  koordinasi antar anggota. Ketiga masalah tersebut merupakan masalah klasik dalam sebuah tubuh organisasi. Terkait masalah pendanaan sejatinya Muhammadiyah adalah termasuk Organisasi Masyarakat (Ormas) terkaya di Indonesia dapat dilihat dari amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang dimiliki Muhammadiyah mulai dari bidang kesehatan dan bidang pendidikan, banyak [ula warga-warga Muhammadiyah yang menjadi saudagar sukses, namun karena belom terkoordinasinya yang menjadi sumber dana pergerakan Muhammadiyah inilah yang menjadi catatan penting. Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan menyatakan “Kita perlu membuat data base, tentang saudagar dan pengusaha Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Pekalongan, jadi kita bisa lebih mudah untuk kemudian bisa dimintai bantuan dalam pendanaan”.

Sejarah Muhammadiyah menjadi besar dan jaya dalam pengelolaan AUM berawal dari amal sodaqoh para saudagar islam pada masanya. Semangat dakwah para saudagar dalam mensyiarkan islam melalui Muhammadiyah perlu kembali dihidupkan pada masa sekarang ini. “Dulu itu Muhammadiyah menjadi besar karena para saudagar islam yang mau sodaqoh ke Muhammadiyah, sehingga mampu mendirikan AUM yang besar, maka sekarang kita perlu kembali menghimpun saudagar-saudagar Muhammadiyah untuk turut membangun Muhammadiyah”, tegas Kholil Bendahara Umum PDM Kab.pekalongan.

LazisMu yang menjadi lembaga pengelola amal, zakat, infaq dan sodaqoh menegaskan bahwa memang dirasa penting mengenai menghimpun kembali para saudagar Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan untuk kelangsungan kinerja PDM Kab.Pekalongan. Seperti dikatakan  Riyanto ketua LazisMu “Semua sumber pendanaan LazisMu itu berasal dari azis warga Muhammadiyah dan kami himpun untuk kemudian bisa digunakan dalam mendanai anak-anak yatim di PAY Muhammadiyah sampai bisa memberikan pendidikan ke perguruan tinggi, maka saya sepakat mengenai program penghimpunan saudagar Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan”.

Rapat Pimpiann Daerah ditutup dengan pekerjaan rumah yang harus terselesaikan yakni penghimpunan Saudagar Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan. “Kita harus kembali menghidupkan ghiroh para saudagar Muhammadiyah, agar bisa menghidup-hidupi Muhammdiyah”. Terang mardi wakil ketua PDM Kab.Pekalongan pada kata penutupnya.

(Redaksi)