Muhammadiyah Ingin Menciptakan Masyarakat yang Khayatan Thoyyiban

0
550
Drs. H. Moh. Fattah, M.Pd, Dip.Kmd, ketua PCM Cepiring (paling kanan) ketika memimpin ikrar sumpah janji pimpinan yang ditirukan oleh para pimpinan baru

PWMJATENG.COM, KENDAL – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cepiring Kabupaten Kendal Ahad (4/12/2016) menggelar pelantikan bersama Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah. Kegiatan yang dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cepiring selain dihadiri keluarga besar Muhammadiyah, tampak berada di tempat duduk terdepan Dandim Cepiring Jatmiko,  Camat Cepiring, Drs. H. Bambang Witoyo, MM, wakil ketua PDM Kendal, Kyai Haji Moh. Farchan Tontowi, unsur perwakilan partai politik setempat, dan MWC NU Cepiring.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kendal, Dian Rahmawati, S.Pd.I dilanjutkan dengan pengambilan ikrar sumpah janji pimpinan. Mereka yang dilantik adalah para anggota pimpinan hasil keputusan Musycab bulan Oktober lalu, dengan para ketuanya, yaitu Drs. H. Moh. Fattah, M.Pd,Dip. Kmd, ketua PCM Cepiring, ketua PC Aisyiyah Siti Zarmiah, ketua PCNA, Elly Safaranti, A.Md, Keb. Moh. Fattah dalam sambutannya mengajak kepada keluarga besar Muhammadiyah dan warga NU untuk bekerja sama.

“Mari kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah, jangan membuat perbedaan – perbedaan baru yang meresahkan ummat, dan jalin kerja sama dengan pemerintah untuk kemaslahatan ummat,” ajaknya.

Camat Cepiring selain menyampaikan ucapan selamat, juga mengapresiasi terhadap keberadaan Muhammadiyah. “Kami bangga kepada Muhammadiyah yang telah mewujudkan kerja samanya dengan pemerintah, ” kata Bambang Witoyo.

Beliau menilai pelantikan sebagai momentum awal untuk menumbuhkan semangat menjalankan tugas – tugas organisasi. Sedangkan KH. Farchan Tontowi dalam tausiahnya mengingatkan kepada seluruh anggota pimpinan baru sebelum dilantik, ternyata pernah disumpah lebih dulu. “Jauh sebelum lahir, kita sudah disumpah oleh Allah” katanya.

Menurut Farchan, janji kita kepada Allah berupa pengakuan seorang diri bahwa Allah sebagai Tuhannya.“ Bukankah Aku ini Tuhanmu ? . Mereka menjawab; Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi “ kata Kyai Farchan mengutip ayat Al qur’an Surat Al A’fat ayat 172.

Kyai berjenggot lebat tersebut menambahkan pentingnya para pemimpin menjaga ummat agar kehidupannya menjadi baik. “Ummat yang baik bukan karena rumahnya bagus, hartanya melimpah, jabatannya tinggi, tetapi mereka adalah ummatan thoyyiban yang mau menerima dakwah amar makruf nahi mungkar, “ tegasnya.

Wakil ketua PDM Kendal, koordinaor majelis tabligh tersebut menambahkan perjanjian manusia kepada Allah bersifat pribadi, tidak melibatkan yang lain, namun dalam mengaktualisasikannya berbentuk ibadah melibatkan orang banyak yang dianalogikan dalam rukun Islam. “Syahadat adalah perjanjian, kesaksian individu dengan Allah, sedangkan sholat, puasa, zakat, dan haji sebagai wujud ketaatan dari janji itu sendiri yang dilaksanakan secara berjamaah, “ jelasnya.

“Sebaik – baik orang yang mengaku Muhammadiyah adalah mereka yang hatinya selalu berisi taqwa kepada Allah subahanahu wata’ala,” imbuhnya. ( AbG/MPI Kendal)