Muhammadiyah Gelar Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di Yogya

0
424

JAKARTA – Dalam rangka memperingati momentum kebangkitan nasional, Muhammadiyah akan menggelar Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin-Selasa (23-24/05/2016) mendatang.
Ketua Steering Committee acara tersebut, Prof. Muhajir Effendy mengatakan, konvensi ini bertujuan sebagai spirit kebangkitan nasional dalam menghadapi persaingan global. Selain itu, juga untuk menghasilkan rumusan sumbangan pemikiran Indonesia yang berkemajuan.
“Karena sampai saat ini Indonesia masih dinilai belum mampu mencapai cita-cita kemerdekaan, malah semakin banyak masalah yang dihadapi,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (20/05/2016).
Muhajir menambahkan, konvensi yang mengambil tema “Jalan Perubahan Membangun Daya Saing Bangsa” ini nantinya akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Termasuk akan dihadiri oleh para tokoh nasional sebagai pembicara, dan juga diikuti 500 peserta dari jajaran Pimpinan Muhammadiyah Pusat dan Wilayah, perwakilan ormas Islam, akademisi, partai politik, dan berbagai organisasi lainnya,” jelas Mantan Rektor UMM ini.
Sementara itu, Sekjen Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyatakan, konvensi tersebut juga sebagai bentuk elaborasi dari pemikiran Muhammadiyah yang diputuskan dalam Sidang Tanwir di Samarinda 2014 lalu.
Nantinya hasil konvensi tersebut, terang Mu’ti, akan membahas tiga aspek yang dinilai paling berpengaruh dalam mengangkat daya saing bangsa. Yakni politik, ekonomi, dan budaya.
“Sebetulnya dalam rumusan Indonesia berkemajuan banyak, cuma karena waktu juga terbatas, dalam konvensi ini kami hanya memprioritaskan pada tiga itu,” paparnya.
Ia mengungkapkan, konvensi itu diharapkan menjadi sumbangsih pemikiran yang akan direkomendasikan kepada pemerintah.
Akan hadir puluhan tokoh nasional sebagai pembicara dalam konvensi tersebut. Di antaranya; Prof. Amien Rais, Megawati Soekarnoputri, Prof. Din Syamsudin, Prof. Boediono, Sri Sultan Hamengkubowono X, KH. Hasyim Muzadi, Dr. TGH M. Zainul Majdi, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan Phd, dan lain-lain.(*/sumber: hidayatullah.com)