Muhammadiyah Akan Tambah Program S3

0
432

Sukoharjo. Meski Muhammadiyah telah berhasil mendirikan tak kurang dari 170
perguruan tinggi, namun hingga saat ini baru memiliki tiga program
doktor (S3). Hal itu diakui Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin
karena keterbatasan sumber daya manusia yang harus memenuhi syarat
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

“Kalau untuk
pascasarjana S2 kami sudah punya di banyak PTM (Perguruan Tinggi
Muhammadiyah), tetapi untuk membuka program S3 itu kan harus
mempersiapkan SDM yang memadai. Terutama kecukupan guru besar di
perguruan tinggi itu. Kami pun terus mempersiapkan itu,” jelas Din,
usai berbicara dalam Semiloka Pra-Muktamar Satu Abad Muhammadiyah
bertema Peran Muhammadiyah dalam Dinamika Kebangsaan, di Universitas
Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (14/12).

Tiga PTM yang sudah
membuka program doctor adalah program Ilmu Agama di Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah
Malang (UMM) dan Ilmu Hukum di UMS.

“Tahun depan akan bertambah
lagi PTM yang membuka program S3, tetapi memang masih dalam tahap
persiapan SDM dan infrastruktur. Setidaknya ada lima PTM yang sudah
mempersiapkan itu. Diharapkan bisa mulai tahun depan,” ungkapnya lagi.

Sementara
Direktur Pascasarjana UMS Prof Dr Khudzaifah Dimyati MHum mengatakan,
untuk membuka program S3 disyaratkan harus memiliki dosen yang
berhome-base di program tersebut. Artinya dosen yang telah menangani
program doktor tidak diperbolehkan merangkap mengajar di program S1
maupun S2 “Untuk bisa membuka program doktor minimal harus mempunyai
dua guru besar dan empat orang doktor tetap. Selain SDM tentu masalah
infrastruktur diperbaiki,” jelasnya.