Mr. Marlock Gugah Siswa SMK Muga Weleri yang Sebentar Lagi Hadapi Ujian

0
52
MOTIVATOR. Mr. Marlock (tengah) diapit Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan (kiri) dan ketua panitia pendidikan karakter, Baidhowi (kanan)

PWMJATENG.COM, KENDAL – Dr. Marlock, MM, alias Gus Mar, motivator sekaligus direktur Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI) memberi motivasi kepada siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Weleri, Kendal pada Kamis (10/10) di pendopo SMK setempat.

Marlock juga kerap memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan untuk tamatan SMK dengan bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha nasional. Beliau juga aktif dalam sosialisasi undang-undang Sisdiknas dan undang-undang tentang guru,
Sedangkan kegiatan di SMK Muga Weleri bertajuk ‘Pencerahan dan Penguatan Karakter’ yang diikuti oleh 500 siswa kelas XII yang terbagi dalam dua gelombang. Ke 500 siswa tersebut hadir didampingi oleh kedua orang tuanya masing-masing.

Lelaki kelahiran 1 Januari 1953 mengawali dengan sebuah permohonan dari Mr. Marlock yang ditujukan khusus kepada seluruh orang tua siswa kelas XII untuk lebih memperhatikan dan mendampingi anaknya, karena tidak lebih 100 hari lagi akan mengikuti ujian.

“Persoalan yang menghadang ternyata tidak sebatas menghadapi ujian, tetapi setelah ujian, lulus anak mau apa ?” ujarnya bertanya. “Kalau nganggur terus, piye?” lanjut Marlock.

Beliau mengatakan, fakta jumlah SMK di Indonesia beserta lapangan kerja yang tersedia.
“Terdapat tidak kurang dari 5 juta lulusan SMK belum termasuk peserta didiknya. Lalu bagaimana dengan lapangan pekerjaan yang tersedia ?” tanyanya lagi.

“Perlu diketahui, ketika tamat dari SMK nantinya, mereka akan dihadapkan pada beberapa pilihan, yaitu bekerja, kuliah, berwiraswasta, ke KUA atau nikah, dan menganggur” ungkapnya.

Meskipun itu akan dihadapi oleh setiap lulusan SMK, tetapi pada prinsipnya setiap orang tua mengehendaki agar masa depan anaknya lebih kepenak dari pada kedua orang tuanya.

Menurutnya, menciptakan masa depan anak yang lebih baik dibutuhkan karakter agar anak lebih menurut terhadap orang tua.

“Berbakti kepada orang tua sebagai modal anak untuk meraih hidup yang berkah, yaitu dipermudah dalam mencari pekerjaan dan bekerja dengan baik”.\

“Orang tua adalah kunci terbukanya rizki untuk anak. Dan ketika pintu rizki terbuka, mengalir dengan deras, maka hati-hatilah, karena rizki mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang. Jika pikirannya kotor, tutur katanya tidak terjaga, maka rizki bisa jadi tidak mampir”.

Lebih lanjut Marlock berharap kepada seluruh lulusan SMK Muhammadiyah 3 Weleri lebih berani dan bisa mandiri.

“Mampu mencari pekerjaan, melamar sendiri dan sabar menunggu panggilan kerja” pintanya.

“Bagi lulusan dengan nilai rata-rata di atas delapan akan cepat menerima panggilan”
Marlock berpesan kepada seluruh siswa agar membahagiakan kedua orang tuanya dengan nilai rata-rata di atas delapan.

Beliau juga berpesan kepada seluruh orang tua untuk tidak melarang anaknya lulus SMK merantau mencari pekerjaan.

“Jangan tangisi anaknya berangkat merantau mencari kerja. Ingat, anak kamu sedang berusaha mengukir masa depan yang lebih baik. Jangan ditangisi, doakan agar anak cepat mendapat kerja” pintanya dengan tegas.

Ketika Mr. Marlock bertanya kepada seluruh siswa yang hadir, siapa diantara kalian yang ingin kuliah, tunjuk jari. Ternyata tidak ada satu pun yang terlihat tunjuk jari. Itu artinya, mereka memahami dan tidak akan membebani orang tuanya lagi.

Gur Mar selanjutnya menunjukkan para artis dan publik figur lulusan SMK yang sukses, sebut saja Andy F. Noya, pemandu acara vaforit Kick Andy di Metro TV, dia adalah lulusan STM di Jakarta. Tantowi Yahya, politisi, presenter, penyanyi, dan pengusaha adalah jebolah STM 1 Palembang, dan Ronny Lukito, pengusaha tas Eiger, fashion, dan aksesoris adalah lulusan STM di Bandung.

Dr. Marlock memberi tahu tentang sumber-sumber kesuksesan anak SMK, yaitu anak manut kepada orang tuanya, ringankan pekerjaan orang tua, taati perintah agama, melaksanakan kewajiban sebagai pelajar, dan patuhi tata tertib sekolah.

Selanjutnya Gus Mar Mar mengajak para peserta didik untuk berdiri mendengarkan apa yang disampaikan beliau, tentang kasih sayang sang ibu kepada anaknya. Dilanjutkan dengan meminta kepada para peserta didik untuk memberikan penghormatan kepada orang tua/wali mereka. Para peserta didik bersimpuh, memohon maaf kepada orang tua mereka.

Kegiatan bakti sujud menjadi momen yang ditunggu-tunggu orang tua, di mana pada kegiatan ini siswa bersimpuh di kaki orang tua mereka, kemudian memohon ampun kepada orang tua.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan mengatakan, momentum memohon dan meminta maaf antara orang tua dan anak memiliki nilai sakral
“Energi positif sungkeman ini diharapkan menjadi pelecut semangat dan optimis siswa dalam menghadapi tantangan masa depan” katanya.

“Siswa meminta do’a kepada orang tuanya merupakan spirit doa, memohon kelancaran dan diberikan kebaikan dalam menempuh ujian nasional”.

Terkait dengan kegiatan penguatan karakter, beliau menjelaskan, bahwa problematika remaja saat ini adalah karakter.

“Yang namanya SMK itu luar biasa inovasi dan kreativitasnya. Modal itu kita arahan agar menuju jalan yang baik”.

Beliau berharap melalui pendidikan karakter peserta didik siap dan sukses menghadapi ujian nasional, pasca lulus anak memiliki mental, siap bersaing di dunia usaha. (Fur/MPI Kendal)