MPI Kudus Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi AUM

0
756
SEMANGAT: Puluhan orang dari perwakilan AUM mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar MPI PDM Kudus di StikesMuhammadiyah pada Sabtu (11/3/2017). (MPI KUDUS)

PWMJATENG.COM, KUDUS- Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus menggelar pelatihan jurnalistik di StikesMuhammadiyah Kudus Sabtu-Minggu (11-12/3). Pesertanya berjumlah ratusan orang dari perwakilan AUM dan kader Muhammadiyah Kudus.

Acara tersebut dibagi dua hari. Pertama bagi perwakilan AUM yang digelar Sabtu (11/3) lalu. Kedua bagi para pelajar di sekolah Muhammadiyah yang terpilih pada Minggai (12/3). “Pelatihan jurnalistik ini dalam rangka melatih perwakilan AUM dan pelajar sekolah untuk membuat berita dan memahami betapa pentingnya pencitraan di media sosial,” kata Alan Kholil, ketua MPI PDM Kudus.

Dia menjelaskan, di era serba online ini, AUM di Kudus harus bisa mengambil peran. Tujuannya, lembaga tersebut semakin dikenal baik oleh masyarakat, tidak hanya dilingkup kecamatan dan kabupaten, tapi juga provinsi dan nasional.

Dalam acara itu, ada empat narasumber yang dihadirkan. Semuanya mempunyai keahlian di bidang masing-masing. Pertama Ahmad H. Machsuniyabg merupakan tim cyber PP Muhammadiyah sekaligus pemimpin redaksi (pemred) Sangpencerah.id. Kedua Rustam Aji, anggota MPI PWM Jateng sekaligus editor Koran Harian Tribun Jateng. Ketiga, M. Ulin Nuha, koordinator Foto Jawa Pos Radar Kudus, serta keempat Allan Kholil, pemimpin redaksi Jawa Pos Radar Kudus.

Narasumber Machsuni mengatakan, untuk meengetahui baik tidaknya sebuah lembaga, entah pendidikan dan kesehatan, yang dilakukan warga kali pertama adalah melihat website lembaga tersebut. Jika tampilan di web-nya bagus, secara otomatis warga tersebut akan tertarik. Begitu juga sebaliknya. “Untuk itu mengelola web denggan baik sekarang adalah keharusan,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan bagaimana peran dunia maya yang begitu besar, sehingga AUM jangan sampai kalah didunia online.

Rustam Aji, narasumber lainnya mmenjelaskan mengenai pemberitaan. Tidak semua informasi itu berita. Ada Bbeberapavalue atau nilai mana saja yang layak dijadikan berita. “Dalam membikin berita sekarang juga tidak hanya 5W plus 1 H. Ada tambahan W lagi, yakni Wow, sehingga berita dikatakan menarik dan dibaca orang,” ungkapnya. (MPI KUDUS)