Menumbuhkan Sikap Religiusitas dan Humanitas Siswa Melalui Praktik Qurban di MI Muhammadiyah Gandatapa

0
883

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Kegiatan Belajar Mengajar di MI Muhammadiyah pada hari Senin, 04 September 2017 tampak berbeda dari biasanya. Pada hari itu siswa lebih banyak belajar di luar ruangan (Out Door Study) daripada hari-hari biasanya. Hal ini dikarenakan MI Muhammadiyah Gandatapa atau biasa disebut MI Muganda melaksanakan qurban. MI Muganda melaksanakan penyembelihan satu ekor kambing jawa yang diberikan oleh seorang donatur. Seluruh rangkaian pengelolaan hewan qurban dilakukan oleh siswa/siswi MI Muganda kelas IV dan kelas V dibantu oleh ustadz/ustadzah. Mulai dari proses penyembelihan, pembersihan sampai pada proses memasak hewan qurban.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban ini selain untuk melatih siswa/siswi tata cara pengolahan hewan qurban yang baik dan sesuai tuntunan agama Islam juga bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan terhadap sesama. Seperti yang disampaikan Ust. Abdul Aziz, S.Ag, selaku kepala MI Muganda :

“Kegiatan penyembelihan yang dilaksanakan dengan melibatkan siswa dan siswi dimaksudkan agar anak-anak mengetahui proses penyembelihan, pembersihan, thethel sampai pengelolaan hewan sesuai dengan syariat Islam juga sebagai bekal agar kelak ketika siswa/siswi dewasa bisa terjun langsung di masyarakat terutama pada kegiatan yang sudah diajarkan di MI Muganda khususnya pada kegiatan qurban ini. Disamping itu, dengan adanya pengelolaan hewan qurban yang langsung melibatkan siswa untuk berpartisipasi dapat memberikan pembelajaran tentang kepekaan sosial atau humanitas, karena rasa lelah mengolah hewan qurban tidak hanya ditujukan untuk mereka sendiri melainkan untuk diberikan kepada orang lain dalam rangka mencapai kemaslahatan umat dalam hal ini masyarakat dilingkungan sekolah.”

Pada kegiatan ini, siswa dan siswi MI Muganda diperkenalkan mengenai syarat-syarat hewan yang boleh dijadikan hewan qurban. Mulai dari penetuan usia hewan dan cara mengetahui tanda-tanda usia hewan tersebut, kesehatan hewan dan ciri-ciri hewan yang tidak boleh dijadikan qurban. Memperkenalkan organ tubuh hewan qurban, cara membersihkan hewan qurban dan terakhir memasak hewan qurban kemudian mendistribusikannya ke siswa/siswi kelas satu, dua dan tiga serta sebagian wali murid.

Siswa/siswi MI Muganda sangat antusias dan aktif mengikuti praktek qurban ini meskipun harus pulang lebih siang dari jam pulang biasanya. Salah seorang siswa terlihat begitu bersemangat ketika membersihkan Jeroan hewan qurban, meskipun sambil menahan nafas karena aroma menyengat dari kotoran hewan qurban yang keluar dari jeroan, namun tetap fokus dan serius sampai selesai membersihkannya sambil sesekali bercanda dengan teman disampingnya.

Ya sangat menyenangkan, pertamanya memang bau tapi lama kelamaan biasa saja. Ternyata asik sekali membersihkan jeroan. Kalau bisa setiap tahun bisa berqurban” ungkap Miko salah seorang siswa kelas IV dengan logat ngapaknya.

Kegiatan Qurban ini dilaksanakan sejak pukul 07.30 W.I.B setelah shalat duha berjamaah dan selesai pukul 14.00 WIB. (*)