MENGGUGAT KAPITALISME : SAATNYA KAUM MUDA MEMIMPIN

0
1008

LUQMAN AZHARY

(Aktifis Anti Korupsi, Anggota Pemuda Muhammadiyah Salatiga)

BERAWAL dari sebuah kegelisahan, melihat keadaan bangsa yang kian mengkhawatirkan. Timbulanlah sebuah pertanyaan apa yang salah dari negeri yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang dikaruniai sumberdaya alam luar biasa yang terbentang dari sabang sampai merauke dari danau sentani di papua sampai dengan danau toba di sumatra. Jika kita renungkan dengan pikiran yang waras, tentu tidak masuk akal apabila negeri ini jatuh tak berdaya dibawah bayang-bayang penjajahan kaum kapitalis. modal sumberdaya alam seharusnya lebih dari cukup untuk menjadikan negeri ini makmur dan sejahtera. Banyak kalangan yang memprediksi bahwa Indonesia akan bertransformasi menjadi negara adidaya pasca perang dunia kedua, semua itu tentu tidak berlebihan mengingat begitu banyak modal pembangunan yang ada di negeri ini. Hal itu di perkuat dengan naiknya pamor politik luar negeri indonesia di ahir perang dunia II, munculnya indonesia sebagai bapak bioligis dari pembentukan negara non blok memberikan nilai magis tersendiri bagi kedaulatan bangsa indonesia di mata dunia.

                Jika dilihat dari perkembangan kemapanan dalam bernegara, penulis membagi Indonesia menjadi 3 periode penting. Pertama adalah periode Gagah berdikari ,  periode yang diawali dan dimotori oleh putra sang fajar (Soekarno), pada periode ini indonesia sungguh menjadi harapan dan bahkan tumpuan banyak negara di dunia, dibawah kepemimpinan soekarno indonesia  tumbuh menjadi negara yang mampu memberikan arus perubahan di dunia, hal tersebut tergambar jelas dari beberapa pidato dan tulisan Soekarno tentang pancasila. Pada zamannya, soekarno adalah satu-satunya kepala negara yang mempunyai gagasan pemikiran jauh melampaui zamanya untuk kepentingan global. Hal tersebut tentu membuat Amerika dan sekutu meradang, sebab mereka memiliki cita-cita untuk membuat sebuah imperium besar yang menguasai bank, pemerintah, sumberdaya dan bahkan “tuhan”. Jika indonesia berhasil menjadi negara adidaya maka hal tersebut akan menjadi batu sandungan Aamerika dan sekutu untuk membuat sebuah imperium besar dunia, akan tetapi pemenang perang dunia II ini memilih untuk tidak banyak berbicara pada saat itu.

Gagasan-gagasan briliant soekarno tidak terlepas dari beberapa tokoh intelektual seperti Karl Max, Tan Malaka, Adam Smit dan masih banyak lagi tokoh dunia yang memperngaruhi pemikiran Soekarno. Soekarno berhasil mengawinkan gagasan ekstrimis dunia, gagasan soekarno adalah sebuah gagasan alternatif kekuatan dunia. Jika pada masa perang dunia II kita kenal dengan paham ekonomi Kapitalis yang di pegang teguh oleh Amerika dan sekutu sekutunya, dimana paham ini selalu menempatkan kaum pekerja menjadi manusia bawah. menurut Dr. Yudhie Haryono masa perang dunia II, hal yang menjadi tujuan amerika adalah bagaimana caranya mendapatkan budak yang sebanyak-banyaknya untuk kepentingan kapitalnya. Selain paham ekonomi kapitalis, juga terdapat paham ekonomi komunis yang dalam hal ini dipimpin oleh Rusia, paham ini adalah antitesis dari paham kapitalis, para ahli sering mengatakan bahwa paham ini adalah paham perjuangan kaum ploletar (buruh) terhadap kaum borjuis (kapitalis), pemikiran dan doktrin ekonomi Karl Max dan kawan-kawan diabadikan secara apik dan rinci dalam bukunya yang berjudul das capitas, buku wajib kaum ploletar untuk berjuang.

Sebagaimana pendapat Hegel tentang perubahan sosial (tesis-antitesis-sintesis), paham eknomi kapitalis adalah sebuah tesis atau gagasan, maka paham ekonomi komunis adalah antitesis dari paham kapitalis, namun jika kita merujuk pada teori tersebut, paham komunis lambat laun akan menjadi sebuah paham yang usang, yang tidak relevan lagi untuk digunakan, disebabkan karena pemikiran manusia yang selalu berkembang dan sangat dinamis. Maka dari itu Soekarno dengan penuh kepercayaan diri memproklamirkan sebuah paham baru sebagai sintesis dari paham komunis, sekaligus antitesis dari kapitalis. paham tersebut adalah pancasila, inilah produk asli indonesia, “senjata” ideologis yang paling mutahir asli buatan anak bangsa, jika dalam islam pancasila dapat kita ibaratkan sebagai  gagasan Ummatan Wasato yang tidak memihak antara ekstrimis kana atau kiri, kapanpun dan dimanapun soekarno selalu mencoba untuk membumikan gagasan ini. Pancasila adalah idiologi baru dunia yang digadang gadang akan membawa perubahan di dunia, maka tidak mengherankan jika masyarakat dunia saat itu berharap banyak terhadap Indonesia.

Semakin berkembangnya gagasan pancasila membuat Amerika merasa terancam. Banyak negara-negara dunia yang berbondong-bondong mengikuti arus pemikiran pancasila. jika hal ini dibiarkan, maka akan menghambat mimpi Amerika untuk menjadi pemimpin imperium dunia, diam-diam mereka merencanakan siasat licik untuk menumbangkan masa keemasan dan romantisme Indonesia. Mereka menyusun siasat untuk menumbangkan hegemoni Indonesia di dunia. perselingkuhan antara sekutu dan capital adalah contoh nyata siasat tersebut, meskipun orientasi mereka berbeda, tetapi hal itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjadi tim yang solid dan kuat. sekutu yang mempunyai kepentingan untuk mencegah Indonesia menjadi negara adidaya, dengan harapan mereka mampu mempertahankan hegemoni kekuasaan, menguasai Imperium dunia dengan menjadi penguasa abadi yang dapat seenak hati mereka mengeruk sumber daya alam di setiap sudut dunia, sedangkan pemodal (capital) mempunyai tujuan untuk memperkaya diri dengan cara menghisap potensi sumberdaya alam yang ada di negara ini.

Diangkatnya Soekarno menjadi presiden seumur hidup dan munculnya gagasan NASAKOM soekarno untuk menyatukan kaum agamis dan komunis di indonesia menjadi modal awal kemenangan kaum kapitalis sekaligus ahir romantisme kegagahan indonesia di mata dunia. Cara yang mereka gunakan adalah dengan membuat opini bahwa Soekarno adalah diktator lokal yang akan mengambil alih penjajahan di indonesia, seperti halnya Japan yang mengaku saudara tua tetapi justru menjadi penjajah baru. Selain itu, mereka juga mengadu domba penduduk pribumi dengan harapan hal tersebut dapat mengurangi dominasi Sokarno terhadap masyarakat Indonesia. mereka mengadu domba Islam (sebagai agama mayoritas) dengan Partai Komunis Indonesia yang notabene adalah “kawan dekat” presiden pada saat itu. Memang, antara komunis dan Islam dipisahkan oleh jurang pemisah yang begitu curam, gerakan komunis yang oleh sebagian besar umat Islam di klaim sebagai gerakan anti ketuhanan dan anti nilai kemanusiaan dijadikan senjata ampuh untuk meluluhlantakan dominasi Soekarno di Indonesia, sampai saat ini sejarah kelam tersebut masih menyisakan berbagai penafsiran dan spekulasi tentang sebuah kebenaran. Hal yang pasti dengan adanya konflik tersebut kaum kapitalis dapat terseenyum lebar karena sosok manusia yang digadang-gadang akan membawa Indonesia menjadi negara adidaya telah berhasil dilengserkan. Sehingga kaum kapitalis dapat menancapkan akar kemiskinan kedalam perut bumi pertiwi.

Kedua adalah periode runtuh berunding. Dengan digulingkanya Soekarno, sangat mudah bagi kaum kapitalis untuk meguasai dan mengekplotasi sumber daya alam dan manusia di Indonesia. Babak baru perjalanan kelam bangsa inipun dimulai dari periode ini. Dengan sangat mudah para pemodal ini membuat hegemoni kekuasaan di bumi pertiwi. Pelan tapi pasti, kaum kapitalis molai menempatkan agen dan sekutunya kesemua sudut kekuasaan. Kapitalis menggunakan cara yang berbeda untuk “menghancurkan” Indonesia, jika saat melawan Soekarno mereka menggunakan segala cara untuk menumbangkan Indonesia, maka pada masa ini mereka menggunakan “cara halus” yaitu dengan membuat pemerintahan “boneka” dan mendanai pemimpin yang bermental pelayan untuk memimpin indonesia. Inilah yang menyebabkan semua presiden pasca soekarno tidak pernah memakmurkan dan mensejahteraan rakyat, sesungguhnya himpiitan setan kapitalislah yang menyebabkanya. Dalam periode ini, orang yang mempunyai gagasan kritis dianggap sebagai musuh negara yang mengganggu kestabilan dan keamanan nasional, karenanya banyak sekali akifis politik dan negarawan yang “dibuang” dan diasingkan.

Selain menguasai para pemangku kebijakan kapitalis juga mengembangkan modal dan sumberdaya untuk lebih menguntungkan bagi mereka sendiri, inilah yang disebut Amien Rais sebagai korporatokrasi. Korporatokrasi adalah sistem atau mesin kekuasaan yang bertujuan untuk mengontrol ekonomi dan politik global yang memiliki 7 unsur, yaitu : korporasi-korporasi besar, kekuatan politik pemerintahan, perbankan nasional, kekuatan militer, media masa, kaum intelektual yang dikooptasi, dan elit nasional yang bermental inlander atau pelayan. Jika kita mengamati hal tersebut diatas, maka sudah barang tentu semua kejahatan besar di indonesia akan selalu “terlindungi” karena dari ketujuh aspek yang disebutkan Amien Rais tersebut sudah dikuasai kaum kapitalis.

Sebagai contoh yang baru-baru ini terjadi adalah drama dugaan suap kontrak karya pertambangan PT. freeport beberapa waktu yang lalu yang menyeret ketua DPR Setya Novanto. hampir seluruh media di indonesia “bungkam” dalam kasus tersebut, bahkan seiring berjalanya waktu kabar kasus tersebut seakan hilang bak di telan bumi. Sebuah bukti bahwa kapitalis yang telah berevolusi menjadi korporatokrasi telah menguasai media yang ada di indonesia. Media masa menstrime yang ada di Indonesia sudah berubah fungi menjadi agen dan corong kaum pemodal. Para redaksi, wartawan, dan reporter telah mengambil posisi sebagai lap dog. George orwell menggambarkan bahwa mereka bagaikan anjing sirkus yang melompat ketika pelatihnya mengayunkan cambuk, tapi anjing yang sudah benar-benar telatih dapat bersalto tanpa cambuk sama sekali.

Berbagai  peraturan pemerintah tentang kontrak karya pertambangan juga menjadi soal tersendiri bagi indonesia. Di masa raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun, dimasa hindia belanda hanya boleh menguasai lahan selama 75 tahun, dan dimasa Susilo Bambang Yudhoyono, pihak swasta boleh menguasai lahan selama 95 tahun hal tersebut ditegaskan melalui UU nomor 25 tahun 2007 (sumber salamudin daeng : Institut Global Justice), hal itu membuktikan betapa kekuatan korpratokrasi global telah begitu mengakar di bumi pertiwi ini. Selain menguasai lahan sangat lama, perusahaan asing seperti freeport juga mendapat hak istimewa dari pemerintah, sewa lahan pertambangan di indonesia hanya berkisar 250 sampai 2.225 rupiah per hektar per tahun (sebelum pajak), selain itu mereka juga berhak untuk mengambil semua sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. jika penulis bandingkan dengan sewa lahan pertanian padi di kampung penulis di banyumas, maka hal itu sangat jauh lebih murah. Petani yang hanya dapat memanfaatkan lahan pertanian  untuk ditanami padi saja sewa lahanya sekitar 900.000 rupiah per 6 bulan. Sungguh miris, dan tidak masuk akal bagi orang yang memiliki akal sehat.

Untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat, kaum korporatokrasi membuat beberapa lembaga sebagai kaki tangan mereka. Hal tersebut mereka lakukan supaya  penjajahan dan kejahatan mereka menjadi terlihat legal dan tidak menyalahi aturan. Lahirnya Word Bank, IMF dan WTO sesungguhnya tidak terlepas dari campur tangan korporatokrasi tersebut. Dengan dalih untuk mendanai negara berkembang supaya menjadi negara maju, mereka memberi “pinjaman lunak”, tetapi jangan salah sangka dulu, negara yang mendapatkan pinjaman dari mereka juga harus menggunakan resep yang diberikan oleh mereka. beberapa resep mereka adalah 1. Menjual badan usaha milik negara 2. Mengurangi subsidi untuk pendidikan dan kesehatan, dan 3. memperbanyak utang luar negeri untuk kepentingan konsumsi. Hebat bukan, Indonesia bak harimau yang gagah tetapi kehilangan taring mereka. Jika negara yang ikut beberapa resep tersebut maka dapat dipastikan negara tersebut akan mengalami kebangkrutan.

Penulis menyayangkan sikap dik Jokowi yang beberapa waktu yang lalu memutuskan untuk menambah hutang luar negeri dengan dalih  bermacam-macam. jika dik jokowi adalah pemimpin yang soekarnois dan berjiwa negarawan, harusnya dik jokowi tidak menambah APBN dengan cara menaikan pajak kendaraan bermotor, pengurangan subsidi listrik bagi UMKM dan hutang luar negeri, seharusnya dia memerintahkan kepada bawahanya untuk membantunya menasionalisasi dan mengelola sumber daya alam yang ada untuk menambah jumlah APBN.

Ketiga adalah zaman bangkit dan berjuang, tahun 2025 sampai dengan tahun 2035 indonesia akan mendapatkan bonus demografi, bonus demografi adalah keadaan dimana 90% rakyat indonesia adalah usia produktif (usia 17 sampai dengan 60 tahun) sedangkan sisanya adalah manusia yang usianya tidak produktif, ini adalah potensi yang tidak semua negara dapatkan. Jika pemerintah mau dan bisa memanfaatkan bonus demografi ini, maka mimpi menjadi negara adidaya ketiga akan dapat terwujud, begitupun sebaliknya jika pemerintah tidak dapat memanfaatkan bonus demografi ini, maka dapat dipastikan bahwa kehancuran dan kebangkrutan indonesia semakin dekat.

Gagasan yang penulis coba tawarkan kepada pemerintah adalah pertama laksanakan undang-undang nomor 33 ayat 1,2 dan 3, dalam undang undang tersebut disebutkan bahwa seluruh kekayaan alam indonesia harus sepenuhnya dikuasai oleh negara dan untuk kepentingan rakyat indonesia. Seluruh kontrak pertambangan di indonesia harus dinasionalisasikan karena hal tersebut sangat bertentangan dengan amanah undang-undang yang satu ini. Kedua kembalikan BUMN setrategis yang dikuasai oleh swasta, terutama BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti listrik, air dan sumber energi. Dengan dikuasainya kembali BUMN setrategis tersebut maka orientasi dari usaha yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya keuntungan semata tetapi juga kemaslahatan masyarakat. Ketiga jalankan amanat undang-undang dengan mengalokasikan 20% dana APBN untuk pendidikan karena pendidikan adalah investasi yang tak pernah rugi dan sekaligus memberikan kekuatan lebih terhadap anak negeri agar mampu bersaing dengan negara lain. Dengan semakin berkualitas dan tingginya tingkat pendidikan akan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Keempat tinggalkan resep ekonomi kapitalis, galakkan ekonomi kerakyatan buatan anak bangsa, dengan cara membangun dan memperbanyak koperasi untuk membiayai UKM bagi masyarakat menengah kebawah.

Hal tersebut dapat dilaksanakan hanya jika indonesia memiliki seorang pemimpin yang berjiwa muda, pemimpin dengan gagasan revolusioner jauh kedepan melampaui zamnya dan tidak memiliki hubungan persekutua jahat dengan kapitalis dan korporatokrasi. Cara yang dapat digunakan adalah dengan potong generasi pelayan dan korup, kemudian diganti dengan generasi muda revolusioner. Penulis dan seluruh kaum muda indonesia yang mempunyai gagasan revolusioner harus tetap konsisten untuk teru berjuang memerangi ketidak adilan dan keserakahan korporatokrasi global, agar dapat menyelamatkan indonesia dari predator ekonomi global dan membawa indonesia menuju masa kejayaan dalam segala hal. (*)

DAFTAR PUSTAKA

Bury J.D, 2004, Sejarah Kemerdekaa berfikir, Jakarta, Progres.

Daeng salamudin, 2010, Muhammad Hatta Taliwang, Indonesiaku tergadai, Bandung, IEPSH.

Damsar, 2010, Pengantar sosiologi politik, Jakarta, Kencana Media Grup.

Muhammad Amien Rais, 2008, Selamatkan Indonesia, Yogyakarta, PPSK Press.