MEK PP Muhammadiyah Deklarasikan JSM Kabupaten Tegal

0
510

PWMJATENG.COM, SLAWI– Muhammadiyah besar karena Para penndiri dan Penggerakknnya adalah sosok saudagar Sukses. KH Ahmad Dahlam dalam menggerakan Dakwah melalui berjualan batik sambil mendawahi para pembeli maupun rekan bisnisnya

Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodakoh Muhammadiyah (Lazismu) diharapkan bisa menjadi pilar kekuatan baru dalam membangkitkan ekonomi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Arief Azman, saat Temu Bisnis dan deklarasi JSM di Hotel Grand Dian Slawi, Sabtu (29/4) malam.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan pengusaha dari berbagai daerah dan Kabag Kesra Setda, Fakihurrakhiem tersebut, juga digelar bincang bisnis dengan Sekjen Indonesian Islamic Bussiness Froum (IIBF) Jawa Barat, Galunggung Dirgantoro, dan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang juga Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Azrul Tanjung

“Perekonomian umat Islam sudah tertinggal jauh. Diperlukan gerakan revolusioner di setiap daerah agar perekonomian bisa bangkit,” ujar Arief Azman.

Lebih lanjut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab Tegal mengemukakan, lewat JSM, diharapkan para pengusaha-pengusaha Muhammadiyah bisa bersinergi dan mempunyai visi yang sama tentang upaya membangkitkan perekonomian. Selain itu, adanya Lazismu sebagai pengelola zakat, infak dan sodakoh juga diharapkan bisa ikut mendorong tumbuhkembangnya perekonomian umat.

“Pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam JSM, harus punya mental muzakki atau selalu membersihkan hartanya dengan berzakat,” tambahnya.

Adapun, Ketua JSM Tegal, Samsul Huda menguraikan, ke depan, ada tiga tugas utama yang perlu dilaksanakan untuk kepentingan riil umat Islam. Pertama yaitu tugas pencerahan. Menurutnya, umat Islam perlu pencerahan terkait pentingnya bisnis dan harta dalam berdakwah.

“Harta di tangan orang yang tepat akan membawa kemaslahatan. Di zaman Nabi, harta di tangan Khadijah, di tangan Abu Bakar, dan Abdurrahman bin Auf, menjadi kekuatan Islam yang cukup besar,” papar pengusaha sukses di bidang busana muslim itu.

Adapun tugas berikutnya yaitu pemberdayaan dan perluasan jaringan. Menurut sosok yang mengundurkan diri sebagai PNS pada 2014 itu, banyak para pengusaha yang berbisnis tanpa ilmu dan cenderung apa adanya. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pelatihan, pendampingan dan pengembangan (Hendra Apriyadi)