MDMC Bantu BPBD Cilacap Bendung Gelombang Ekstrim

0
424

CILACAP – Selama sepekan terakhir ini cuaca buruk perairan selatan Pulau Jawa mengakibatkan kawasan pesisir dihantam ombak besar. Salah satunya di Kabupaten Cilacap yang mengakibatkan tanggul penghalang ombak di Tegalkamulyan jebol sepanjang 400 meter. Akibatnya, ratusan warga harus diungsikan sementara untuk menghindari kondisi yang lebih buruk.
BPBD Kabupaten Cilacap melalui Martono menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mencoba menutup tanggul tersebut dibantu dengan para relawan. Kami juga mendatangkan alat berat agar pekerjaan ini cepat selesai.
Kegiatan penutupan tanggul diikuti oleh para relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)
Cilacap yang mengerahkan puluhan personilnya ke lokasi.
Menurut koordinator relawan, Mukhlis, pihaknya memang dihubungi BPBD Cilacap untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Minggu (12/6/2016) sejak 08.00 – 14.00 dan telah menyelesaikan tugas dengan baik.
“Walaupun dalam situasi bulan Ramadhan tetapi para relawan tetap semangat dan tidak tampak kelelahan,” kata Muklis yang juga pengurus LPB MDMC Jateng ini.
“Tugas kami membuat karung pasir yang jumlahnya mencapai puluhan untuk menutupi tanggul yang jebol. Aksi MDMC Cilacap ini untuk kedua kalinya setelah beberapa hari yang lalu juga membantu BPBD membuat karung pasir seperti ini,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Gatot Arif Pusdalops BPBD Cilacap, diprediksikan gelombang tinggi akan kembali terjadi pada tanggal 19 Juni mendatang. Oleh karena itu pihaknya berupa secepatnya melakukan penutupan tanggul ini.
“Setelah kegiatan ini kami akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mengantisipasi hal hal terburuk,” ungkapnya.
Di kesempatan lain, Naibul Umam selaku ketua LPB MDMC Jawa Tengah mengingatkan keberadaan Peraturan Pemerintah nomor 64 tahun 2010 tentang Mitigasi bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Di dalam PP tersebut menegaskan bahwa kegiatan struktur/fisik untuk mitigasi terhadap jenis bencana gelombang ekstrim meliputi : penyediaan sistim peringatan dini, penggunaan bangunan peredam gelombang ekstrim, vegetasi pantai dan pengelolaan ekosistim pesisir.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Cilacap dapat menjalankan ketentuan tersebut. Bila memang benar prediksi akan datang lagi gelombang ekstrim sebaiknya Pemda Cilacap sudah memiliki sistem peringatan dini yang baik. Bukan sekedar sirine, tetapi sebuah sistem yang terintegrasi dengan standar operasional bagaimana langkah langkah yang harus dilakukan warga sesaat sebelum datangnya gelombang, saat kejadian dan setelah kejadian. Kami rasa jika hal ini bisa dipersiapkan sejak sekarang akan mengurangi risiko akibat bencana,” harap Umam. (mdmcjateng@gmail.com, Naibul Umam)