Marpuji Ali Ajak Sukseskan Gerakan Infaq Pembangunan Gedung MIM Bolon Colomadu

0
818

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Permasalahan pendidikan dan problematika mengelola lembaga pendidikan menjadi bahasan utama yang disampaikan bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., pada sambutan Milad ke-65 sekaligus peluncuran gerakan infaq pembangunan MIM Bolon Colomadu Kabupaten Karanganyar, Ahad (22/1/2017).

Marpuji mencontohkan kejadian beberapa waktu yang lalu dimana munculnya Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah (MIM) Tumang – Cepogo Kabupaten Boyolali yang   diawali oleh keprihatinan warga masyarakat sekitar dengan kondisi pendidikan dan kualitas pendidikan anak-anak khususnya di Tumang – Cepogo.

“Sekitar dua tahun yang lalu di daerah Tumang – Cepogo Kabuipaten Boyolali ada 11 orang-orang muda yang merasa prihatin atas kondisi pendidikan dan kualitas pendidikan di daerahnya, kemudian kesebelas orang ini berinisiatif untuk menciptakan sebuah pendidikan yang baik untuk anak-anak mereka dan juga warga yang lainnya. Orang-orang muda yang merupakan para pengrajin kuningan/tembaga di daerah Tumang ini menyisihkan sebagian keuntungan bisnisnya (infaq, Red.) guna mewujudkan cita-citanya, kebetulan ada juga salah satu warga yang rela menyediakan sebagian tanahnya untuk didirikan bangunan sekolahan, ada juga yang melakukan pemasangan paving dihalaman sekolah biar tidak becek dan lain-lain. Singkat cerita dalam waktu 2 tahun berdirilah sekolah impian warga tersebut, selanjutnya pengelolaannya diserahkan kepada Muhammadiyah yang oleh warga dianggap sebagai lembaga yang mampu mengelola pendidikan dengan baik”, papar mantan ketua PWM Jawa Tengah itu kepada hadirin.

Terkait peluncuran gerakan infaq untuk pembangunan gedung MIM Bolon Colomadu, Marpuji mengimbau kepAda jama’ah dan orang tua murid untuk mendukung dan ikut berpartisipasi mensukseskan. “Kalau menurut para guru di sini (MIM Bolon, Red.) usia sekolah ini sudah 65 tahun, dan bangunan terbaru terakhir dibangun tahun 1990 berarti gedung terbaru sudah 27 tahun dan sudah seharusnya mulai dipikirkan untuk peremajaannya”.

Sambil menyitir Al Qur’an surat Al kahfi : 46, Marpuji mengatakan kalau harta  dan anak-anak adalah kesenangan semata tetapi amlan-amalan shaleh (berderma, Red.) lebih baik pahalanya disi Tuhan dan lebih baik menjadi harapan masa depan.

“Pendirian sekolah sebagai salah satu amal jariyah yang akan melahirkan anak-anak shaleh, merupakan investasi uang yang abadi daripada sekedar uang yang kita miliki”, tegas pensiunan Dosen ini. Bahkan secara spontanitas Marpuji Ali memberikan bantuan  pada saat seremonial  peluncuran gerakan infaq pembangunan MIM Bolon Colomadu.

Sementara itu kepala sekolah MIM Bolon Colomadu Agus Budi Raharjo  terkait peluncuran program gerakan infaq pembangunan gedung sekolah pada Milad ke-65 lembaganya mengatakan, rencananya gedung sekolah yang lama akan dibangun menjadi 3 lantai dan sebenarnya pelaksanaan pembangunan sudah dimulai setahun yang lalu setelah diberikan stimulan bantuan dari salah satu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais sebesar 75 juta dan pinjaman dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebesar 300 juta. “Pembangunan gedung MIM Bolon Colomadu ini diperikakan membutuhkan dana sekitar 3 milyar” pungkas Agus Budi Raharjo. (MPI PDM Kra – JOe)