Manjakan Pemudik yang Singgah di Kudus, Bupati Musthofa Siapkan Duta-duta Pemudik

0
456
Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi (paling kiri), Bupati Kudus H Musthofa, Pengamat Kebijakan Publik Teguh Juwarno, dan anggota Ombudsman

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Bupati Kudus Musthofa ingin memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi para pemudik yang singgah di Kudus.

Caranya? Bupati Kudus menyiapkan Posko Bahagia di Kudus.

Apa itu posko bahagia? Bupati Kudus menyiapkan duta-duta untuk melayani pemudik yang singgah ke Kudus. Pemudik diantar hingga tujuan yang dikehendaki. Mau kuliner, oleh-oleh, pusat belanja, atau menikmati berbagai tempat wisata di Kudus.

“Bahkan kami persiapkan penginapan Grha Muria secara gratis khusus pemudik yang ingin bermalam di Kudus,” kata kata Bupati Kudus saat talkshow di Semarang, Selasa (20/6/2017)

Duta-duta yang dipersiapkan tersebut meliputi duta wisata, perdagangan, lingkungan, dan kesehatan. Semuanya siap memberikan pelayanan terbaik. Termasuk menjelaskan filosofi dari histori tentang Kudus dengan segala potensinya.

 

“Saya ini bisa dikatakan pemimpin yang kekinian. Saya terus berinovasi untuk kemudahan layanan. Yaitu dengan aplikasi Menara,” jelasnya yang mengatakan Menara adalah singkatan Menjaga Amanah Rakyat.

Dengan aplikasi ini masyarakat bisa melaporkan secara real time kejadian yang ada. Agar apabila ada keluhan bisa langsung ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Hasil kinerja OPD akan menentukan penilaian kinerja yang dilakukan oleh sistem.

Rektor Unimus Prof. Masrukhi yang juga hadir sebagai pembicara mengapresiasi inovasi Bupati Kudus. Menurutnya, terjemahan dan spirit puasa telah teraplikasi untuk masyarakat Kudus berkat gagasan Bupatinya.

“Kepala daerah harus seperti Pak Musthofa ini. Sebuah inovasi yang luar biasa harusnya bisa diikuti kepala daerah lain,” kata Prof. Masrukhi.

Sementara itu Dr. Teguh Yuwono pengamat kebijakan publik dari Undip memberikan komentar senada. Dikatakannya, bahwa komitmen melayani dan berbuat baik harus didukung sebuah sistem, seperti Menara ini.

Sedangkan Linda dari Ombudsman Jateng menilai bahwa meski bulan puasa, penilaian pelayanan publik masih bagus. Salah satunya pelayanan publik yang ada di Kabupaten Kudus.(MPI PWM JATENG)