Makmun Pitoyo Minta Orangtua Santri Selalu Doakan Anaknya

0
100

PWMJATENG.COM, Temanggung – Ponpes Almatera (Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak) Temanggung menggelar acara Khutbah Ta’aruf  yang berlangsung pada hari Ahad (6/10/2019) dengan tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani untuk Menghadapi Tantangan Zaman”.

Acara ini mengundang semua wali santri Ponpes Almatera Temanggung  dari unit madrasah tsnawiyah kelas tujuh, madrasah aliyah kelas sepuluh dan sekolah menengah kejuruan kelas sepuluh, serta mengundang para tamu dari beberapa dinas terkait dan pengurus Muhammadiyah di tingkat cabang dan daerah Temanggung.

Pentas seni beladiri tapak suci yang menjadi kebanggaan semua santri dan telah beberapa kali menjuarai kejuaraan tingkat daerah, karesidenan, tingkat wilayah dan nasional, mengawali rangkaian acara. Naufal Adi Laksono santri kelas sembilan asal Pagedongan Banjarnegara, menjadi duta pentas seni tapak suci, menampilkan kelihaiannya dalam silat.

Selain menampilkan silat Tapak Suci, juga ditampilkan pidato Bahasa Arab yang disampaikan oleh Handar Ibrabim, santri kelas sembilan madrasah tsanawiyah asal Kalikajar Wonosobo, peraih medali qiraah di berbagai kejuaraan. Berikutnya, adalah pembacaan puisi oleh Dimas Firmansyah, santri kelas dua belas madrasah aliyah dengan tema sosial politik. Dengan diksi kata yang apik dan variatif, ia mengkritisi kondisi politik yang terjadi saat ini.

Syamsul Ma’arif, kepala sekolah madrasah tsanawiyah, membacakan prestasi santri di bidang akademik dan nonakademik,  untuk masing-masing unit pendidikan yang setiap kelas terdiri dari tiga santri.

Rahmad Sabili, santri kelas XI IPA dari Kepil Wonosobo, mengaku kaget saat dirinya disebut sebagai santri berprestasi. ”Alhamdulilah, saya tidak menyangka kalau saya mendapat predikat santri berprestasi kesatu dari kelas sebelas madrasah aliyah,”  ucap Rahmad Sabili.

Menurutnya, predikat yang dicapainya tak lepas dari kegigihan para ustadz dan do’a orangtua yang merindukan anak sholih dan sholihah.

Sementara itu, Direktur Ponpes Almatera Temanggung, Kiai Syamsuri Adnan,  menyampaikan berbagai hal yang terkait dengan pendidikan pondok pesantren, di antaranya terkait pencapaiannya pondok pesantren. Menurutnya, tiap tahunnya mengalami kekurangan lokal untuk kegiatan belajar para santri dan fasilitas lain. Karena itu, menurutnya pembebasan lahan di sekitar pondok menjadi sebuah keharusan.

Ia mengungkapkan, sejumlah lahan di sekitar pondok yang berada di kampus satu dan kampus dua, telah dibebaskan. Untuk kemajuan pondok, ia minta  dukungan dari semua pihak terutama  para wali santri dan muhsinin pada umumnya.

Di sisi lain, Makmun Pitoyo, wakil direktur pondok bagian pendidikan, menyampaikan aturan serta rutinitas santri di Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak. Menurutnya, selama 24 jam di setiap harinya, semua santri tertata dengan sistim pendidikan pondok. “Semua yang dilakukan  pondok dalam mengelola pendidikan di semua unit pendidikan yang dimiliki, bertujuan untuk membentuk pribadi santri yang sholih dan sholihah,” ungkapnya dalam memberikan materi khutbah ta’aruf.

Karena itu, kepada para wali santri, ia minta utuk sepenuhnya mendukung anaknya yang belajar di pondok. “Do’a dan dukungan  dari para orangtua merupakan hubungan sinergis yang terkait  dengan pondok,” tandasnya.

Sekadar informasi, pada Kamis (26/9) lalu, Pondok Pesantren Muhammadiyah Almanar Wedung Demak mengadakan study banding di Ponpes Almatera Temanggung. Tujuannya adalah untuk memantapkan pembelajaran Tahfidhul Qur’an supaya maksimal sesuai target. Yang dalam pelaksanaannya dalam jangka panjang terjalin sistim pembelajaranya dengan Ponpes Almatera Temanggung. (A Khamid, MA Almatera Temanggung)