Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Menggelar Rakerwil ke 5, Bahas Tiga Hal

0
134
Dr. M. Abdul Fattah Santoso, M.Ag

PWMJATENG.COM, SRAGEN – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) ke 5, Sabtu (02/11/2019) di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen.

Acara tersebut dihadiri kurang lebih 107 peserta yang terdiri dari majelis tarjih dan tajdid Daerah Se-Jawa Tengah serta Civitas Akademika Muhammadiyah. Acara Rakerwil tarjih ini akan membahas 3 hal penting yaitu mengenai Nikah Misyar, Zakat Institusi dan Larangan memotong kuku dan rambut pada 10 hari pertama bulan Zulhijah.

Acara di buka oleh Dr. M. Abdul Fattah Santoso, M.Ag selaku Pimpinan Wilayah Jawa Tengah. Dalam pembukaan ini salah satu pesan beliau adalah untuk menjadikan agama Islam sebagai agama yang mengungguli agama-agama lain diperlukan kader-kader yang menyediakan dirinya untuk menguatkan risalah Nabi SAW, para mujahid (pejuang) yang mutqin (bersungguh-sungguh). Perjuangan ini tidaklah semudah membalikkan kartu atau tangan, perlu perjuangan dari pengikut-pengikut Nabi Muhammad SAW sesuai dengan pilihan Islam jalan tengah (Islam Wasatha) yang kita pilih.

Kemudian dalam pidato Iftitah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Dr H Syamsul Anwar, MA, dalam pidatonya menyampaikan tentang Manhaj Tarjih. Manhaj Tarjih secara harafiah dapat di terjemahkan sebagai metodologi tarjih, tarjih dalam muhammadiyah mengalami perkembangan pemaknaan. Dalam disipiln asli, tarjih artinya memilih dan menguatkan salah satu dari pendapat yang ada dengan menilai dalilnya masing-masing. Tetapi dalam Muhammadiyah tarjih mengalami perkembangan, tarjih dalam praktek sehari-hari berarti pengkajian agama islam untuk merespon berbagai permasalahan yang dihadapi.

Manhaj Tarjih terdiri dari empat komponen yaitu, komponen wawasan, Komponen sumber, komponen pendekatan, dan komponen prosedur teknis atau metode tandasnya. (*)