Majelis Dikdasmen Kendal Gelar Sillaturrahim Guru dan Karyawan

0
449
Drs. H. Fachrurrozi, MAg, ketua PDM Kota Semarang saat menyampaikan tausiah dalam acara sillaturrahim guru dan karyawan Muhammadiyah Kendal.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) PD Muhammadiyah Kendal Sabtu (29/7) menggelar acara sillaturrahim guru dan karyawan di lingkungan perguruan Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Kendal.Sekitar 760 orang memadati gedung pendopo kabupaten untuk mengikuti rangkaian acara sillaturrahim tersebut.

“Acara sillaturrahim memiliki makna yang lebih dalam dan luas jika dibandingkan dengan halal bi halal “ demikian kata ketua Majelis Dikdasmen PDM Kendal, Drs. H. Sodiq Purwanto, M.Pd saat menyampaikan kata sambutan.

Sodiq mengakui tradisi halal bi halal telah melekat dan menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia, namun sillaturrahim ternyata memiliki makna yang universal.

“Sillaturrahim yang kita bangun akan merekatkan tali persatuan dan kesatuan diantara keluarga besar Muhammadiyah. Dengan sillaturrahim ke depannya diharapkan mampu meningkatkan pengabdian dan kualitas kerja guru dan karyawan di lingkungan Muhammadiyah “ ujarnya.

Hadir di tengah acara antara lain, wakil ketua PDM Kendal, Drs. H. Abdullah Sachur, M.Pd, Bupati Kendal yang diwakili oleh sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kendal, Sutadi, S.Pd, M.Pd, dan jajaran Majelis Dikdasmen PDM Kendal.

PDM Kendal mengingatkan kepada warga Muhammadiyah, khususnya guru dan karyawan yang bekerja di AUM Muhammadiyah hendaknya menjadi penggerak persyarikatan melalui lini pendidikan, terlebih Muhammadiyah ketika memasuki abad ke 2 berkomitmen melaksanakan gerakan pencerahan.

“Memasuki abad ke 2 Muhammadiyah berkomitmen malaksanakan gerakan pencerahan. “ kata Abdullah Sachur. Gerakan pencerahan menurut beliau berarti bersinar, bercahaya dan bersemi sebagaimana digambarkan dalam al qur’an surat al baqarah 257 ‘ Allah pelindung orang – orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).Dan orang – orang yang kafir, pelindung – pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari pada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya ‘

Sedangkan Bupati Kendal dalam sambutan tertulis mengajak kepada Muhammadiyah untuk senantiasa bersama dalam membangun dan memajukan Kabupaten Kendal.Bupati mengakui, bahwa Muhammadiyah telah berbuat banyak terhadap bangsa Indonesia dan turut serta dalam membangun bangsa Indonesia melalui pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah amar makruf nahi mungkar.Bupati Kendal juga meminta kepada Muhammadiyah untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan di Kendal.

Ketua PDM Kota Semarang, Drs. H. Fachrurrozi, M. Ag yang bertindak sebagai penceramah dalam tausiahnya mengatakan, budaya halal bi halal, idul fitri, dan mudik adalah hasil kreatifitas bangsa Indonesia.

“Momentum Idul Fitri  mestinya bisa mengumpulkan sanak saudara yang sekian tahun terpisah karena tuntutan hidup “ kata dosen Fakultas Dakwah UIN Semarang.

Lha wong kaleng, tempat roti, biscuit saja bisa kumpul satu meja, kenapa sesama saudara dalam idul fitri tidak bisa menunjukkan kebersamaam “ ujarnya disambut tawa

“Kaleng biscuit Khong Guan bergambar seorang ibu dengan dua anaknya yang sedang menikmati roti dengan minum teh, tapi tidak ada bapak. Kemana bapaknya ?“ tanya ustadz Rozi.

“Ternyata bapaknya sedang main drum band yang ada di kaleng Danish Monde, dan untuk menunjukkan kehormanisan dalam keluarga, disandingkan kaleng Khong Guan dan Monde “ ujar ustad Rozi disambut tawa.

Ceramah lelaki kelahiran tahun 1969 selama satu jam tersebut sering mengundang tawa, membuat cair komunikasi antara da’i dan audien. (A. Ghofur)