Madrasah Anti Korupsi Resmi dibuka di Sukoharjo

0
555

SUKOHARJO – Minggu (31/7/2016), Madrasah Anti Korupsi (MAK) telah resmi dibuka di daerah Sukoharjo. Acara pembukaan dilakukan bersamaan dengan acara kuliah umum yang diadakan di Auditorium Djazman UMS Surakarta. Sebagai Operating Comitte ditunjuk PDPM Sukoharjo.
“Korupsi di Indonesia merupakan bahaya laten yang terjadi saat ini. Berdasarkan keluh kesah masyarakat, korupsi menjadi hambatan terbesar di dalam kemajuan pembangunan. Oleh karena itu kami mendirikan MAK,” ujar Muslih Hamidi selaku ketua panitia.
Dalam sambutannya, Muslih juga mengutarakan pada angkatan pertama ini, MAK dibanjiri peminat yang ingin menjadi santri madrasah. Kapasitas santri yang disediakan panitia hanya lah 30 santri tapi pendaftar lebih dari 80 santri. Peserta adalah kader Muhammadiyah dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah.
“MAK itu nantinya akan dilaksanakan setiap hari Sabtu di UMS Surakarta dengan pemateri dari berkompeten di bidangnya, perwakilan PP PM, dosen fakultas hukum UMS, dan lembaga pengamat korupsi. Pembelajaran sama seperti kuliah pada umunya. Ada minimum kehadiran, ada UTS, ada UAS yang akan dilaksanakan dalam satu semester,” kata Eko Pujiatmoko, Ketua PDPM Sukoharjo.
Lebih lanjut Eko Pujiatmoko menyampaikan bahwa ini nantinya lulusan MAK juga akan mendapatkan ijasah. Mereka yang mendapatkan ijasah tentunya yang memenuhi syarat kelulusan.
Salah satu santri MAK menyatakan alasannya mengikuti kuliah anti korupsi karena ingin tahu tentang korupsi.
“Saya rasa ini kegiatan yang positif nantinya. Karena itu saya mengikuti kuliah ini selain ingin mengenal apa itu korupsi lebih mendalam” ujar Slamet Untoro salah satu santri MAK. (Uut Prihonggo/pdm sukoharjo)