Lomba Menulis Surat untuk KPU Jateng Tingkat SMA se-derajat di STIKES Muhammadiyah Kudus

0
403

Kudus – Pemilih muda di Jawa Tengah mengkritisi calon gubernur yang akan maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah dan pemilihan Bupati Kudus pada 26 Mei 2013 lewat lomba menulis untuk Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah. Lomba menulis surat tersebut digelar, Rabu (1/5), dengan peserta 20 siswa Sekolah Menengah Atas, di STIKES Muhammadiyah Kudus, dengan tema “Menciptakan Pemilu bersama Pilgub Jateng dan Pilbup Kudus 2013 yang bermartabat sebagai wujud demokrasi lokal”.
Salah seorang peserta, Fety H Umami, siswa Madrasah Aliyah NU Mu’alimat Kudus, dalam suratnya meminta calon gubernur menghentikan praktek politik uang. “Lebih baik tidak makan satu bulan dari pada makan uang politik,” ujarnya. Dia berharap pemimpin dapat mengayomi dan memberikan kesejahteraan dan kedamaian bagi rakyatnya. “KPU sebagai media penjaringan harus mampu menyeleksi calon pemimpin yang beradab, bukan hanya cendekia, tapi jujur dan juga membaur dengan rakyatnya,” kata Fety. Dia juga menyinggung peran istri pejabat. “Jangan bisanya pamer berlian, pamer kekuasaan. Namun juga membaur dengan rakyat.”
Tuntutan yang sama disampaikan Nian, pelajar SMK Duta Kudus. “Jangan ada money politics, teror melalui sms atau teror melalui telepon. Juga tidak ada lagi penggelembungan suara,” katanya. Karena, ujar Nian, pesta demokrasi harus langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Peserta lain, siswa SMK 2 Kudus, Bayu Sukma, mengatakan masyarakat merindukan pemimpin yang efektif. Bukan hanya pintar omong dan beretorika ketika berkampanye. “Pemimpin seperti itu biasanya hanya menjual janji- janji semata tanpa ada realitanya,” ujar Bayu. Karena pemimpin, menurut Bayu, harus mengorbankan harta, tenaga dan waktunya dengan ikhlas, kreatif, bijaksana.
Lomba menulis surat untuk KPU tersebut dimaksudkan untuk mendorong partisipasi pemilih pemula agar dapat memilih dengan cerdas dalam pilkada Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus. “Juga sebagai tempat untuk menyalurkan bakat anak di bidang dunia penulisan,” kata Eni Misdayani, anggota KPU Kudus Divisi Sosialisasi. (Fakhrudin/Tempo.co)