Lazismu Pekalongan Kucurkan Rp 20 Juta untuk Penanggulangan Covid-19

0
37

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) dan melambungnya bahan-bahan antiseptik membuat Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan kesulitan bergerak. Hal tersebut disampaikan Ketua TPPC PDM Kabupaten Pekalongan, M. Rofiansa Sulthon, saat melakukan rapat koordinasi perdana TPPC di Kampus Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, jalan raya Ambokembang No. 8 Kedungwuni, Pekalongan, Jum’at, 20 Maret 2020.

Lazismu Pekalongan sebagai lembaga amil zakat yang diakui pemerintah dalam penghimpunan dana zakat, infaq, shadaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya menyalurkan dana awal program kemanusiaan TPPC PDM Kabupaten Pekalongan sebesar 20 juta rupiah. Bantuan tersebut diserahkan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekalongan, Drs. H. Riyanto, kepada Bendahara TPPC, Ulul Albab, SE, Sabtu, 21 Maret 2020 di Kantor Lazismu Pekalongan, Jl. Pahlawan No. 10 Gejlik, Kajen, Pekalongan.

Rofiansa Sulthon yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Kabupaten Pekalongan menceritakan awalnya LPB sudah akan bergerak pasca penanganan banjir di pantura Pekalongan. Namun, kelangkaan dan tingginya bahan-bahan bantuan seperti dispencer, botol handsanitizer dan bahan lainnya membuat LPB kesulitan bergerak. Sulthon juga menjelaskan TPPC dibentuk PDM agar Muhammadiyah ikut andil dalam pencegahan covid-19 khususnya melalui kegiatan promosi dan edukasi. Menurut Sulthon, saat ini kondisinya semakin rumit karena pemerintah tidak mengantisipasi mobilisasi masyarakat yang pulang kampung karena diliburkan.

“Orang-orang dari Jakarta mudik dan melakukan shalat Jum’at di tempat masing-masing berpotensi menimbulkan penularan covid-19. Rumah sakit (RS) pemerintah sudah tidak bisa menampung seperti RSUD Kraton, RSUD Kajen, RSUD Bendan kapasitasnya kurang dan RSI Pekajangan diminta membuat ruang isolasi tetapi terkendala keterbatasan ruangan dan APD”, ungkap Sulthon. Sulthon juga menyampaikan maklumat PDM Kabupaten Pekalongan agar TPPC melibatkan semua majelis, lembaga, organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah dengan langkah kerja yang terstruktur dan terukur.

Lazismu Pekalongan sebagai bagian dari unsur pembantu PDM merespon kesulitan dan keterbatasan TPPC dengan memberikan bantuan dana awal program sebesar 20 juta rupiah. Beberapa pengurus Lazismu sendiri masuk dalam jajaran TPPC seperti Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekalongan, Drs. H. Riyanto, sebagai Wakil Ketua 1 TPPC, Direktur Eksekutif Lazismu, Ir. Akhmad Zaeni, sebagai Sekretaris TPPC, dan jajaran personil Lazismu Pekalongan lainnya sebagai tim fundraising pendanaan TPPC. (Fakhrudin)