Lantik 14 Kepala Sekolah Muhammadiyah di Klaten, Ketua PWM Ingatkan Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM

0
592

PWMJATENG.COM, KLATEN – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah hari ini melantik 14 kepala sekolah di lingkungan sekolah Muhammadiyah Klaten. Kepala Sekolah yang dilantik harus selalu berinovasi untuk mengatasi prsoalan merosotnya kualitas pendidikan ditengah persaingan yang semakin kompetitif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SieradMu.com, dari 14 Kepala Sekolah yang dilantik 2 diantaranya ditetapkan sebagai pejabat sementara (Pjs) melalui surat keputusan yang dikeluarkan Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Klaten yaitu untuk SMA Muhammadiyah 2 Delanggu dan SMK Muhammadiyah Delanggu. Nampak hadir dalam pelantikan Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Ketua PDM Katen,Ketua Majelis Dikdasmen PDM Klaten dan sejumlah karyawan amal usaha muhammadiyah di lingkungan majelis dikdasmen setempat.

Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Klaten Sumino Wijaya mengungkapkan untuk SMA Muhamadiyah Delanggu ditunjuk Pjs karena belum ada calon kepala yang mampu memimpin sekolah tersebut. Sementara di SMK Muhammadiyah Delanggu dalam proses seleksi calon kepala sekolah sempat diwarni berbagai gejolak sehingga harus diadakan proses seleksi ulang.

“Sebelumnya majelis Dikdasmen dan PCM Delanggu telah melakukan seleksi bekerjasama dengan tim Universitas Muhammadiyah Surakarta, namun hasilnya tidak dapat diterima dinternal SMK Muhammadiyah Delanggu, atas kebijakan Majelis Dikdasmen Daerah, Cabang dan PCM Delanggu akhirnya ditunjuk Teguh Santoso sebagai PJS SMK Muhammadiyah Delanggu, alhamdulillah saat ini mereka dapat menerima kehadiran Pjs tersebut”,ungkapnya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Klaten.

Sementara itu Ketua PWM Jateng Tafsir dalam sambutannya mengtakan Majelis Dikdasmen PWM Jateng memiliki 3 target sasaran peningktan kualitas pendidikan diantaranya berdirinya sekolah unggulan, peningkatan kualitas SDM dan pendampingan (asietensi) sekolah-sekolah yang mengalami penurunan kualitas. Untuk sekolah yang dinilai memiliki potensi kita dorong menjadi sekolah unggulan, sementara untuk sekolah yang merosot diadakan pendampingan.

“Kita tidak bisa mengelak saat ini banyak sekolah Muhammadiyah di Jateng yang mulai merosot, ini perlu kita dampingi bagaimana mereka kembali pulih, dikdasmen menurunkan tim untuk asistensi atau pendampingan, walaupun belum maksimal ke semua sekolah”,katanya, Sabtu (5/8/2017).  (*)