Kyai Haji Muslim: Aisyiyah Kendal Jadda Wajada Jika Ingin Mendirikan RSI Aisyiyah

0
959
Ketua PDM Kendal KH Muslim (tengah) saat menggempur pondasi dengan palu bersama dengan ketua MPKU PDM Kendal H.Taufiq Husein, SSi, dan ketua PDA Kendal, Hj.Muslikhah.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Membangun sebuah Amal Usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan seperti RSI Aisyiyah di Truko, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, yang akan dikelola oleh Aisyiyah memerlukan komitmen tinggi. Pepatah Arab ‘ man jadda wajada ‘, barang siapa yang sungguh-sungguh pasti akan mendapat hasilnya sebagai pegangan setiap anggota Aisyiyah untuk mewujudkan harapannya.

Ikhtiar bersama dengan sungguh-sungguh melalui kekuatan do’a dan usaha lahir, menggunakan semua sumberdaya yang ada secara maksimal untuk mewujudkan dengan mencari uang mutlak dilakukan, dan setiap anggota Aisyiyah harus mengetahui, di mana sumber uang berada dicari, dan ditemukan.

Demikian kata ketua PDM Kendal, KH. Muslim Rabu (3/5) di aula RB Aisyiyah Truko, Kangkung sebelum melakukan penggempuran salah satu bangunan Rumah Bersalin/Balai Pengobatan Aisyiyah tersebut sebagai simbol dimulainya renovasi bangunan. Menurut beliau, mendirikan, membangun dan mengelola AUM kesehatan adalah kerja bareng dibawah koordinasi MPKU. “ Kita perlu jadda wajjada kebersamaan dalam membangun AUM “ tegas Muslim.

Kegiatan dalam rangka renovasi bangunan RB/BP dihadiri oleh PLt RSI Muhammadiyah Kendal, drg, R Ibnu Darmawan, MKes, ketua MPKU PDM Kendal, H Taufiq Husein, SSi beserta jajarannya, wakil ketua PDM Kendal, koordinator bidang MPKU, Drs.H. Maryono, M.Pd, ketua PDA Kendal, Hj Muslikhah, PCM, PCA dan Ortom cabang Kangkung.

Dalam perkembangan RB/BP Aisyiyah Truko telah mengalami perubahan menjadi Balai Pengobatan Klinik Pratama 1 yang dalam perkembangannya dilakukan pembenahan sarana dan prasarana yang melibatkan Aisyiyah yang selanjutnya diberi wewenang mengelola RSI Aisyiyah. “ Tidak sedikit lembaga perempuan di Indonesia yang telah memiliki dan mengelola rumah sakit secara profesional, sebut saja rumah sakit Elisabeth Semarang yang dipimpin oleh 3 direktur perempuan,“ kata Taufiq.

Menurut Upik, nama sapaan kesehariannya, Aisyiyah sudah saatnya menciptakan kader – kader yang berorentasi pada dunia kedokteran agar sejajar dengan Muhammadiyah dalam mengelola rumah sakit milik Muhammadiyah atau Aisyiyah. “ Siapkan kader – kader Aisyiyah untuk memimpin AUM Kesehatan Muhammadiyah,“ ujarnya.

Sedangkan PLt RSI Muhammadiyah Kendal, Ibnu Darmawan menilai kehadiran rumah sakit Muhammadiyah di Kendal belum bisa membackup sebagian besar daerah yang ada. “ Ada beberapa daerah yang dekat dengan RSI Muhammadiyah tetapi lebih memilih RSUD Kendal, sebut saja daerah Brangsong yang dekat dengan RSDI Muhammadiyah, tetapi pasiennya dibawa ke Kendal,“ kata Ibnu Darmawan.

Beliau berharap MPKU dapat melakukan tugas pemetaan daerah dengan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit Muhammadiyah. ( A.Ghofur/MPK Kendal )