Konsisten Pacu Kencleng Surga di Tengah Pandemi

0
49

PWMJATENG.COM, SOLO – Pacu kencleng surga di tengah pandemi walaupun situasi serba sulit. Siswa Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta tetap bergairah berbagi via kencleng surga bermitra dengan Lazismu Solo.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti mengatakan walaupun seluruh pembelajaran dilaksanakan secara daring, kebijakan sekolah sungguh mulia yaitu tetap mengajak kepada seluruh peserta didik dari kelas I – VI untuk tetap membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak akibat pandemi covid-19.

“Alhamdulillah, selama tiga hari kami membuka gerai zakat di SD Muhammadiyah 1 Surakarta, isi kencleng surga sebesar Rp. 21.806.600 (dua puluh satu juta delapan ratus ribu enam ratus rupiah). Hasil donasi kemudian diamanahkan sebagai infaq kemanusiaan utamanya untuk dana kebencanaan dan pandemi covid-19,” kata Sayekti.

Bertepatan dengan penerimaan hasil belajar siswa, kencleng yang telah berada di rumah masing-masing siswa tersebut dibawa oleh orang tuanya kemudian diserahkan kepada amil Lazismu yang berjaga di gerai zakat.

Sayekti bersyukur atas apa yang telah dilakukan oleh anak-anak ketika tidak berada di sekolah. Selama pandemi, nilai-nilai sosial yang pernah diajarkan di sekolah mampu dipraktekkan secara nyata di rumah. Salah satunya dengan menabung atau berinfaq melalui kencleng lazismu.

“Ini wujud semangat ta’awun siswa dalam membantu meringankan masyarakat dan umat yang terkena dampak situasi pandemi covid-19,” jelasnya.

Cara-cara berbagi inilah merupakan salah satu implementasi pendidikan karakter yang selalu diajarkan di sekolah dengan 4 pilar yaitu peduli agama, manusia lingkungan dan sistem yang terarah, terukur dan berkesinambungan.

Jika diibaratkan sebuah kapal, kita tidakm ingin tenggelam, kita harus selamat bersama-sama, tidak sendiri-sendiri, yang miskin ataupun yang kaya. Tak bosan sekolah mengajak “yuk berbagi, baik lapang maupun sempit. Membela yang papa, mengetuk yang sejahtera”.

Pandemi ini menguliti manusia dari segala bungkus dan topengnya, serta mengembalikan pada keapadaannya. Akhirnya, manusia adalah manusia, kalau ia mau berbagi dan peduli kepada sesamanya, lebih-lebih yang menderita. Sesungguhnya, itulah harapan kaum papa, jauh sebelum Covid-19 datang.

Kepada seluruh amil Lazismu, tetap semangat mengedukasi masyarakat dan menyalurkan bantuan walaupun di tengah pandemi.

“ojo kesel tumindak becik dan jangan pernah merasa lelah untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang makna berbagi dan memberi kepada sesama umat manusia,”pungkasnya. (Humas, Jatmiko)