KKN UMY di Tegal, Kembangkan Teknologi Batik Tulis

0
125
KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Kembangkan Teknologi Batik Tulis di Tegal-Jawa Tegah. Di era pandemi ini tidak menghentikan laju semangat Muda Mendunia untuk dapat mencerahkan umat, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) semi virtual.

PWMJATENG.COM-Tegal-Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari kegiatan mahasiswa dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui lintas keilmuan. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan di desa-desa dan berlangsung antara satu sampai dua bulan.

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Semenjak adanya fenomena covid-19 yang terus meluas penyebaranya di Indonesia, KKN yang sangat identik dengan turun langsung ke lapangan dan tinggal dengan masyarakat, kali ini berbeda dengan situasi saat ini karna dilakukan dengan cara virtual. Para mahasiswa memanfaatkan aplikasi online untuk berkomunikasi dengan mitra secara daring.

Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 1 Agustus – 31 Agustus tahun 2020 yang dimulai dengan seremonial penyerahan anggota KKN sebanyak sembilan mahasiswa yang terdiri dari 6 mahasiswa dan 3 mahasiswi ke DPL sampai dengan seremonial penarikan KKN oleh DPL.

Selanjutnya, kelompok KKN 212 merupakan kelompok yang bekerjasama dengan usaha rumahan yang berkecimpung dibidang tekstil khususnya pada perniagaan batik Tegal. Usaha batik tersebut memiliki merek dagang bernama Evan Batik Collection, sekaligus juga berlokasi di Tegal sebagai pusat dimana kelompok KKN 212 ditugaskan sebagai kelompok yang akan memberdayakan perdagangan batik Tegal milik usaha Evan Batik Collection tersebut.
Adapun tema yang di paparkan adalah tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai Sarana Pengenalan dan Pemasaran Batik Tegal. Salah satu alasan mengambil tema tersebut karna dalam hal bingkai marketing secara daring masih belum bisa dimaksimalkan dengan baik.
Bahkan untuk pemasaran secara online Evan Batik Collection masih belum mempunyai akun media sosial maupun e-commerce, jadi untuk menjual hanya dengan cara memajang produk di butiknya. Apalagi dalam situasi seperti saat ini yang mana seluruh aktivitas apapun dilakukan dengan menggunakan sistem online.

Selanjutnya, kelompok ini dikenal dengan kelompok wirosableng karna nomornya yang sama dengan nomor yang berada dibadan Wirosableng yaitu 212. Ya siapa sih yang tidak tahu dengan Wirosableng. Dia merupakan salah satu pendekar yang selalu membawa kapak maut naga geni212, batu hitam212, bintang 212 sebagai senjatanya serta memilki rasa perjuangan yang sangat kuat.
Hal inilah yang menginspirasi kelompok KKN 212 supaya selalu mempunyai rasa semangat dan perjuangan untuk melaksanakan kewajibanya ditengah pandemi saat ini.

Pelatihan pengelolaan akun e-commerce, Melihat banyaknya peluang untuk mengembangkan usaha batik, para mahasiswa memberikan pelatihan kepada mitra, seperti: pelatihan untuk upgrade packaging, pelatihan pemasangan iklan di media sosial, pelatihan mengelola akun e-commerce, pelatihan pengiklanan e-commerce dan pelatihan pembuatan konten media sosial (Pemotretan produk, dan design media sosial).

Dengan adanya pelatihan seperti ini diharapkan usaha batik tulis Evan Collection dapat bersaing dalam kancah nasional maupun internasional, karena sampai saat ini batik tulis Tegal masih kurang dikenal oleh kalangan masyarakat.
Kesuksesan KKN UMY di Tegal ini didukung sepenuhnya oleh Ibu Drg. Atiek Driana Rahmawati, MDSc,Sp KGA selaku DPL KKN UMY 2020. (Dede Amar Udi Ilma)