Kiprah Muhammadiyah Jawa Tengah Tangani Bencana Banjir di Pantura

0
285

SEMARANG – Belum lama ini bencana banjir melanda beberapa daerah pantura di Jawa Tengah. Banjir tersebut telah memberikan dampak kerugian yang sangat besar. Semua aktivitas masyarakat lumpuh, sarana umum mengalami kerusakan, sampai dengan terhambatnya pasokan logistik yang membawa kebutuhan makanan sehari-hari akibat jalur transportasi yang terputus dan rusak tergenang air banjir.
Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PWM) Jawa Tengah menginstruksikan struktur organisasinya di daerah untuk terlibat aktif membantu korban bencana alam. Langkah tersebut dilakukan dengan cara membebaskan korban bencana menempati sejumlah sarana kesehatan yang dikelola Muhammadiyah sebagai tempat pengungsian.
Sekretaris PWM Jawa Tengah, Drs. Tafsir, M. Ag, mengatakan bahwa Muhammadiyah telah menyiapkan kebutuhan selama di pengungsian, mulai obat hingga tenaga medis. Menurut Tafsir, penanganan korban bencana alam tersebut dilakukan dengan cara membebaskan layanan di semua pusat kesehatan umum (PKU) yang dikelola organisasi Muhammadiyah untuk kepentingan darurat bencana. Langkah tersebut telah dilakukan sejak musibah bencana alam banjir menimpa sejumlah kawasan di Jawa Tengah. “Termasuk di Kudus, Jepara, dan Pati. Kami buka PKU di Kecamatan Mayong untuk pengungsian. Begitu pula kampus Stikes di Kudus dan rumah sakit rintisan di Kabupaten Pati,” tegas Tafsir.
Berdasarkan catatan, nilai bantuan logistik yang disalurkan PWM Jawa Tengah mencapai Rp 500 juta. Tidak hanya itu, PWM Jawa Tengah juga menerjunkan ratusan relawan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), 25 mobil ambulans, dan sepuluh perahu karet.
Tafsir juga memastikan pusat bantuan terus dibuka di sejumlah posko kesehatan di daerah selama bencana belum reda. “Ini bencana menimpa masyarakat luas. Sudah kewajiban ormas untuk saling membantu,” tegas Tafsir saat itu.
Sementara itu, Ketua LPB/MDMC PWM Jawa Tengah, Naibul Umam Eko Sakti, M. Si, menyatakan bahwa seluruh relawan LPB Muhammadiyah se-Jawa Tengah mensuport bencana di pantura. “Untuk pantura barat, saya meminta LPB Muhammadiyah Kabupaten Kendal untuk mensupport. Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur atas bukan jalur utama pantura”, tegas Umam. Umam juga melaporkan bahwa tim LPB Muhammadiyah Kendal telah mengirimkan logistik ke Pekalongan, Pemalang, hingga Brebes.
Di wilayah Pantura Timur, LPB Muhammadiyah Jawa Tengah juga mengerahkan bantuan, salah satunya dari LPB Muhammadiyah Karanganyar. Berdasarkan laporan, tim LPB Muhammadiyah Karanganyar menyalurkan 150 buah nasi bungkus, 10 dus mie instan dan obat-obatan. Tim LPB Muhammadiyah Karanganyar membantu warga Muhammadiyah di Kabupaten Pati, Kudus dan Jepara. Di daerah tersebut, penanganan bencana juga dilakukan oleh RS PKU Muhammadiyah Pati, Posko Banjir Muhammadiyah Kabupaten Jepara, Posko Pengungsian MI Muhammadiyah Mayong Jepara dan Posko Pengungsian SD Muhammadiyah Blimbing Jepara. (Fakhrudin)