Ketua PWM Jateng: Muhammadiyah Berkemajuan Menyesuaikan Perkembangan Zaman

0
544

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan modernis atau reformis dalam paradigma gerakan Islam. Gerakan moderns-reformis percaya pada kesempurnaan dan kemneyluruhan ajaran, tetapi aktualisasinya tidak terpaku pada struktur atau format legal-formal apalagi pemisahan, tetapi lebih menekankan pada aktualisasi nilai-nilai Islam secara objektif dalam kehidupan.

Islam dalam paradigma modernis atau reformis ditampilkan sebagai agama yang mampu menghadapi dan memberikan jawaban atas perkembangan zaman tanpa harus kehilangan fondasi dan prinsip dasar ajarannya.  Ketua PWM Jawa Tengah Drs H Tafsir, M.Ag saat mengisi kegiatan Kuliah Umum Sekolah Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta Jawa Tengah Pada 5/8/2017

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menjelaskan kepada Ratusan Mahasiswa  tentang sifat Muhammadiyah yaitu beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan, Memperbanyak kawan dan ukhuwah islamiyah,Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran islam, bersifat keagamaan dan kemasyrakatan. Muhammadiyah membangun umat islam yang maju di bidang pendidikan dan kesehatan .

Muhammadiyah dalam hal memajukan pendidikan tidak saja dalam hal mengajarkan  Fikih namun di segala hal sesuai dengan perkembangan zaman.

Sedangkan untuk memperdalam Fikih muhammadiyah mendirikan Pondok Pesantren Muhammadiyah dengan konsep modern dengan cara menyesuaikan perkembangan zaman contohnya pada zaman dahulu di pondok pesantren cara berwudhu air tidak mengalir yang menyebabkan para santri terkena sakit” gudik” maka Muhammadiyah medesain Pondok Pesantren dengan desain modern  sehingga tempat wudhunya mengalir dengan mengunakan alat modern para santri Muhammadiyah sehat

sedangkan untuk Memajukan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan Muhammadiyah membangun Ratusan Rumah Sakit sesuai dengan perkembangan Zaman dengan desain modern.

Muhammadiyah adalah gerakan Tajdid dengan cara membaharui umat Mentajdid dalam hal pemahaman umat islam sesuai perkembangan zaman, Islam selau baik dan islam sesuai dengan perkembangan ruang dan waktu kapnpun dan dimana pun , Budaya, peradaban  .

Muhammadiyah memandang untuk memperbarui dalam hal kultur ( Budaya ) contoh di Indonesia orang islam menggunakan  sarung, peci itu adalah budaya orang Indonesia, sedangkan Orang arab menggunakan gamis dan cadar , dengan cara membangun kearipan lokal Muhammadiyah  berkemajuan  . Cara memperbaruhi umat dengan cara memperbarui pola laku dan pola pikir manusia, Ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah  ( Hendra Apriyadi)