Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang: “Kalangan Santri Perlu Dipertimbangkan Wakili Hendi”

0
270

SEMARANG – Masyarakat sebenarnya tidak menginginkan pergantian kepemimpinan Kota Semarang yang belum berakhir masa periodenya, namun bagaimana lagi keaadaan ini memang harus terjadi setelah Soemarmo HS harus melepaskan jabatan sebagai Walikota Semarang. Kepemimpinan pun akhirnya beralih kepada Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
“Mas hendi seorang organisatoris ulung sehingga mampu bersifat kreatif, adaptif, dan berhubungan dengan kecerdasan dalam memimpin Kota Semarang sehingga dapat melihat jauh ke depan. Bukan hanya di permukaan dan di dalam organisasi. Mas Hendi sudah semestiya menguatkan peranannya dalam mengemban amanah walikota Semarang dengan memperjelas visi, membangun tim yang solid dan loyal, memberikan penugasan sesuai dgn kompetensinya, mengembangkan masyarakat yang lebih produktif, unggul dan berdaya saing tinggi, memotivasi anak buahnya,” kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang AM Juma’i, Jumat (24/5).
Tentunya dalam menyempurnakan periode kepemimpinan walikota Semarang, kata Juma’i lagi, Mas Hendi perlu didampingi dari kalangan santri. Muhammadiyah dan NU memiliki kader-kader yang handal untuk diaudisi sebagai calon Wakil Walikota Semarang.
Kalau Muhammadiyah ada KH. Drs. Rozihan, SH, M.Ag, Dr. Widhi Handoko, SH, SpN, Dr. H. Shofa Chasani, SpPD, dari kalangan NU ada Dr. Anashom, Dr. Abu Hapsin, Drs. Nur Ahmad.
“Muhammadiyah dan NU adalah organisasi massa besar yang masif sehingga program-programnya sangat mengakar kepada masyarakat secara langsung. Muhammadiyah mengucapkan selamat kepada Mas Hendi yang Senin (27/5) lalu dilantik sebagai Walikota Semarang,” kata Juma’i lagi. (Fakhrudin/suaramerdeka)