Kepala SMK di Wilayah VI Pekalongan Tekankan Ujian Nasional Berprinsip Pada Kejujuran

0
1862

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Sebanyak 263 Kepala Sekolah SMK Negeri dan Swasta se-Wilayah VI Pekalongan, Jawa Tengah, mengikuti Rakor untuk mempersiapkan ujian sekolah, yakni Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (Unas). Dalam pertemuan itu agar SMK dalam pelaksanaan Unas nanti menekankan pada prinsip kejujuran.

“ Diharapkan dalam ujian nasional SMK tahun ini, diutamakan dalam pelaksanaannya berprinsip pada kejujuran, secara umum kesiapannya SMK di wilayah 6 Pekalongan itu berbasis komputer, juga rata-rata teman teman SMK sudah mempersiapkan untuk ujian nasional”, Ujar Drs.Riswanto, MM Kepala SMK Muhammadiyah Satu Kota Tegal, yang merangkap menjadi Koordinator MKKS se-Wilayah VI Pekalongan.

Terkait dengan Unas yang berprinsip pada kejujuran Drs.Agus Santoso, selaku Kepala BP2MK (Balai Pengendali Pendidikan Menengah Khusus) Dinas pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, mengatakan bahwa rakor untuk memantapkan persiapan, supaya kegiatan UN dan USBN bisa lancar tanpa ekses.

“Untuk itu, perlunya membangun karakter siswa menjdi konten kurikulum, kita harapkan nanti konten moral atau yang membangun karakter building siswa bisa lebih diutamakan dari pada sains, karena ternyata semuanya itu kornya ada di karakter, yakni untuk menjadi negara yang maju, tetapi mempunya karakter building yang baik”, papar Agus di depan para Kepala SMK, Rabu siang (8/3/17) di Ruang Convention Hall Karlita Hotel, Kota Tegal.

Apalagi lanjut Agus, lulusan SMK sekarang ini, banyak yang belum terserap oleh dunia usaha maupun dunia industri, untuk itu diharapkan sekolah SMK ini diberi keleluasaan untuk membangun kerjasama dengan dunia industri terkait dengan kurikulumnya yang di butuhkan dunia usaha. Sehingga pihak perusahaan akan memasukan materi kurikulum yang sesuai standar perusahaan ke kurikulum SMK.

“Sehingga harapannya ketika siswa didik itu lulus bisa langsung masuk pasar kerja, dan bagi lulusan yang belum terserap, diharapkan bisa diarahkan kepada interpreuner, karena interpreuner kita masih dibawah standar PBB yakni dibawah 2 %, kita ingin pertingkatkan kualitas SMK, karena SMK itu diproyeksikan untuk bekerja bukan untuk melanjutkan”, Terang Agus.

Selain itu ada pemaparan dan arahan dari Drs.Sugiono, selaku Koordinator Pengawas Wilayah VI Pekalongan yang terkait dengan teknis dan non teknis pelaksanaan Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 6 April 2017 dan ujian susulan yang akan dilaksanakan pada 18 sampai 19 April tahun ini. (Farhendi DH)