Kejurda Tapak Suci di Tanah Kelahiran

Tapak Suci

BANJARNEGARA – Tapak Suci Putera Muhammadiyah, adalah Organisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak di dunia seni bela diri pencak silat.

Berbicara mengenai Tapak Suci tentu tidak lepas dari nama K.H. Busyro Syuhada. Pendekar asli Banjarnegara yang menjadi pelopor berdirinya perguruan Tapak Suci (www.muhammadiyah.or.id).

Selain sebagai tempat lahirnya pendekar pendiri Tapak Suci, Banjarnegara juga telah mampu melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat internasional. Ada nama Lutfan Budi Santoso, yang telah memenangkan beberapa kejuaraan internasional, diantaranya; memenangkan Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Penang, Malaysia tahun 2002, meraih medali emas pada SEA GAMES tahun 2003 di Hanoi Vietnam, dan memenangkan Asian Martial Art Games 2009 di Thailand Awal Agustus 2009, dan lain sebagainya.

Ada juga nama Rahmat Fitroh Ramandani yang pernah mengikuti Uk Open International dan juga Anisa Pangestina yang pernah mengikuti Belgia Open Internasional.

Dalam rangka melanjutkan prestasi gemilang dan melahirkan atlet – atlet yang mampu kembali berkiprah mengharumkan Tapak Suci, Pimda Tapak Suci Putera Muhammadiyah menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci yang diikuti oleh perguruan Tapak Suci se-Kabupaten Banjarnegara, baik yang ada di sekolah maupun yang ada di Cabang – Cabang Muhammadiyah. Kejurda ini dilaksanakan di Gedung Tenis Indoor Banjarnegara pada hari Kamis sampai dengan Sabtu tanggal 6 – 8 Oktober 2016.

Kejuaraan dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu untuk tingkat SD yang diikuti oleh 88 peserta, 57 putera dan 31 puteri. Untuk tingkat SMP diikuti oleh 156 peserta, 85 putera dan 71 puteri. Sementara untuk tingkat SMA diikuti oleh 107 peserta, 72 puteri dan 35 putera.

Menurut  ketua Pimda Tapak Suci Putera Muhammadiyah Banjarnegara, Abdul Qohar, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mempersiapkan kader atlet Tapak Suci untuk mengikuti kejuaraan umum, baik Popda tingkat Kabupaten maupun event – event lainnya. Dan untuk jangka panjang, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu berprestasi di ajang nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Banjarnegara, Sobri dalam sambutannya pada saat pembukaan memeberikan ucapan selamat atas terselenggaranya Kejurda Tapak Suci tahun 2016. Dia berpesan kepada seluruh atlit untuk dapat bertanding secara sportif. “di arena menjadi musuh, di luar arena tetaplah saudara”. Demikian pesannya kepada seluruh atlet. Sobri juga berharap agar kader – kader Muhammadiyah yang menjadi atlet Tapak Sui bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat. Menggunakan ilmu yang diperoleh bukan untuk adu kuat, tetapi untuk menebar manfaat kepada sesama. (Fitran Zain)