Kader Muda Siap Pimpin Ortom PDM Wonosobo

0
788

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo terus memberikan support kepada semua Ortom sebagai bentuk tanggung jawab pengkaderan, untuk menandai berakhirnya masa kepemimpinan Kwarda Hizbul wathan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah mengadakan Musyawarah Daerah bersama, Jumat (14/4/2017) di Komplek Perguruan Muhammadiyah Wonosobo. Selain sebagai ajang silaturrahmi bersama kegiatan itu juga berhasil menjadikan Musyda dengan peserta terbanyak selama masa periode kepemimpinan saudari Amin Nurita seperti dituturkan dalam sambutannya.

Musyda yang sedianya akan dilaksanakan selama tiga hari terpaksa dipangkas menjadi dua hari untuk mengefektifkan waktu tanpa mengurangi nilai dan semangat musyda dari para peserta.

Dalam sambutannya Ketua NA Amin Nurita, S.Pd menyampaikan bahwa kader NA harus menjadi garda terdepan dari bentuk-bentuk pelemahan terhadap organisasi baik bersifat internal maupun eksternal, kader NA harus bisa seimbang antara mengurus Rumah tangga dengan keaktifan dalam Organisasi sehingga bisa seiring sejalan dan maju bersama.

Anggota Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi otonom di Muhammadiyah harus ikhlas dalam beramal dan berorganisasi karena ikhlas merupakan kunci keberhasilan menggerakkan roda organisasi maupun  lembaga. Anggota NA merupakan perempuan muda produktif yang sedang semangat dalam meniti karir baik di rumah tangga maupun instansi tempat bekerja, tanpa didasari keikhlasan maka akan ada salah satu yang menjadi korban, lanjutnya.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan “ Dalam menggerakkan organisasi kita memerlukan empat hal pokok sebagai dasar pijakan kita. Yang pertama adalah Planning atau rencana, tanpa perencanaan yang matang maka tidak akan kita temui keberhasilan. Yang kedua adalah Organizing, seorang pemimpin harus bisa mengatur semua anggotanya, harus tau tugas dan fungsi dari para pembantu-pembantunya sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih tugas yang menyebabkan saling lempar tanggung jawab. Yang ketiga actuating, dengan kemampuan merangsang anggota untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan kemauan dan rasa cinta terhdap organisasi tanpa tekanan. Selain itu juga harus mampu membujukorang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuhsemangat.  Kontrolling, pemimpin harus bisa mengontrol, mengevaluasi dan memberikan solusi atas segala permasalahan didalam tubuh organisasi.”

Musyda berakhir dengan menghasilkan formatur pimpinan dari Kwarda Hizbul Wathan  Zulfan Setyanto, kepala SMA Muhammadiyah, sedangkan Nasyiatul Aisyiyah Eliani Dwi Pahlevi Guru SMK Sapuran terpilih sebagai ketua umum. Adapun hasil Musyda IPM Slamet Puji Widiyanto terpilih sebagai ketua umum untuk periode 2017-2019.