Juma’i Pimpin Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang

0
377

Semarang – AM. Juma’i, SE, MM, terpilih memimpin Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang periode 2010-2014 usai pemilihan yang berjalan alot pada arena Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang di SMP Muhammadiyah 3 Semarang, Jl Tentara Pelajar No. 92, Minggu (19/12) sore.
Kader dari Semarang Selatan itu, menyingkirkan 4 calon lain. Dari total 35 suara yang diperebutkan, Juma’i berhasil menyabet 11 suara, menyalip Bejo Paiman SE (dari Pedurungan) yang kalah tipis dengan 10 suara, Muhari SAg (Pedurungan, 7 suara), Khambali S.Kep (Semarang Selatan, 5), dan Sugiyono S.H.I (Semarang Selatan, 2).
Suara berasal dari perwakilan 18 pengurus cabang (kecamatan) Pemuda Muhammadiyah (PM), 15 PDPM Kota Semarang, dan 2 perwakilan anggota PDPM Kota Semarang. Para peserta musyda juga sepakat memilih anggota formatur yakni, Khambali Bejo Paiman, Isa Thoriq, Muhari, Ikhwanto, Fahmi, Waryono, Suharno, Sugiyono, dan Mujazin.
Selain pemilihan ketua dan anggota formatur PDPM Kota Semarang, musyda juga menyusun program kerja PDPM Kota Semarang yang terdiri dari keorganisasian, kewirausahaan, dan pengkaderan, serta pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus PDPM Kota 2006-2010.
Juma’i berkomitmen, mengarahkan para anggota PDPM Kota Semarang untuk penguatan basis kader, kewirausahaan, dan kajian ke-Islaman sebagai ruh dakwah Muhammadiyah. “Kami siap memposisikan diri sebagai penyempurna dan penerus amal usaha Muhammadiyah,” tandasnya.
Dalam sambutannya, Ketua PDPM Jateng, Rahmat Suprapto menuturkan, organisasi Muhammadiyah Kota Semarang yang hingga kini memiliki 18 SD, 9 SMP, 4 SLTA, 1 rumah sakit, dan beberapa amal usaha lain, perlu dijadikan sebagai sarana dakwah amar makruf nahi munkar. “Untuk itu, perlu adanya sinergi program, sehingga kaderisasi ke depan bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
Menyinggung anggapan bahwa PDPM Kota Semarang beberapa waktu belakangan vakum, Ketua PDPM Kota Semarang 2006-1010, Aang Jumeno menyangkalnya. Menurutnya pantauannya, belakangan ini, PDPM Kota Semarang tetap aktif.
“Dari luar, mungkin PDPM Kota Semarang tampak vakum, tetapi sebetulnya para pengurus strukturalnya lebih fokus pada penanganan bencana, yang sering terjadi belakangan ini. Namun, kami akui, komunikasi antaranggota belum optimal,” kata dia. (Udn/SM)