Irfan Syauqi Beik: Muhammadiyah Bisa Kembangkan Ekonomi Masyarakat Lebih Kuat

0
504

JAKARTA – Pengamat ekonomi Islam Institute Pertanian Bogor (IPB), Irfan Syauqi Beik mengatakan, Muhammadiyah memiliki potensi untuk bisa mengembangkan perekonomian masyarakat lebih kuat. Terlebih Muhammadiyah merupakan organisasi besar di Indonesia.
“Selama ini Muhammadiyah punya pengalaman baik dalam mengembangkan peremonomian,” ujar Irfan, Ahad (15/5).
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pengurus Pusat Muhammadiyah baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional dan temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah. Berbagai rekomendasi dihasilkan untuk peningakatan ekonomi masyarakat.
Pasca-Rakernas dan pertemuan Jaringan Saudagar Muhammadiyah tersebut, salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah meningkatkan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Termasuk investasi ke berbagai bidang disektor riil.
Irfan mengamini jika saat ini ekonomi umat Islam mayoritas berada di level UKM. Sehingga Muhammadiyah perlu diapresiasi apabila ingin mengembangkan sektor UKM.
“Karena kalau UKM naik ke usaha besar dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian,” tutur Irfan.
Hal ini, menurut Irfan, menjadi tantangan bagi Muhammadiyah untuk bisa mewujudkan keinginan tersebut. Irfan juga menyambut baik usaha Muhammadiyah juga akan terjun mengembangkan sektor riil seperti pertanian dan perikanan.
Sektor rill dinilai kurang mendapatkan perhatian selama ini dibandingkan dengan keuangan. Semestinya sektor riil tersebut yang perlu lebih dikembangkan.
Secara Sumber Daya Manusia (SDM), Irfan percaya Muhammadiyah memiliki potensi untuk mewujudkan usaha meningkatkan perekonomian masyarakat. Banyak tokoh dan ekonom hebat di Muhammadiyah.
Hanya saja saat ini, sebagai organisasi, Muhammadiyah perlu terus mendorong semangat usaha. Termasuk mengonsolidasikan dengan baik.
Irfan mengharapkan, organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tersebut menunjukkan keberpihakan kepada ekonomi syariah. “Karena bagaimanapun juga sebagai ormas Islam isinya aturan ekonomi syariah,” ucap Irfan. (sumber: Republika.co.id)