Integritas sebagai Suluh Peradaban

0
44

PWMJATENG.COM, SOLO – Kajian Krtisis online yang di selenggarakan oleh Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta (Selasa, 23 Juni 2020) oleh Prof. Dr. KH Din Syamsyuddin (Dewan Pertimbangan MUI Pusat) Reynald Falah selaku ketua PDPM Surakarta memberi sambutan sekaligus memberi permisalan soal guru yang memiliki integritas untuk tetap mengajar di tengah kondisi pandemic.

Di awal pembukaan kajian Prof Din menyampaikan temanya sangat singkat namun padat makna seperti berlian dan permata yang mulai menghilang dari kehidupan kebangsaan kita hari ini akar persoalan di seluruh sektor politik, ekonomi, hukum, budaya, pendidikan adalah integritas.

Beliau menjelaskan integrity dari bahasa latin makna lawannya adalah hipokrit suatu tindakan, sifat, sikap, atau perbuatan yang berbeda dengan pernyataan atau ucapan yang disampaikan Kata ini memiliki sinonim munafik Integritas bermakna pula konsistensi/ istiqomah, kejujuran, atau integret/integration completles: keseluruhan bilangan bulat. karakter ini adalah fitrah al insaniyah : fitrah manusia pada aslinya, (ahsani taqwim)

Din menyampaikan hadis tentang kejujuran: Alaikum bishshidqi fainnashshidqa yahdi illal birri fainnal birra yahdi ilal jannah Wamaa yazalurrajulu yasduqu wayataharrashshidqa hatta yuktaba indallohi shidiiqan waiyyakum wal kadziba yahdi ilal fujur wainnal fujura yahdi ilannari wama yazalurrajulu yakdzibu wayataharral kadziba hatta yuktaba indallohi kadzaaban.

“Berlakulah jujur, sesunguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan menghantarkan ke surga. Dan seseorang yang senantiasa berlaku jujur akan tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah dusta. Ssesunguhnya dusta akan membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan seseorang kedalam neraka. Seseorang yang sering berdusta akan tercatat disisi Allah sebagai seorang pendusta.”(HR: Muslim)

Dan banyak lagi hadis yang lainnya tentang kejujuran yang beliau sampaikan termasuk Alquran juga menentangnya dengan tegas kaburo maqtan ‘indallohi an taquuluu maa laa taf’aluun. “(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Saff 61: Ayat 3)

Sayyid Qutb menyebutnya konsistensi lawanya inkonsisten, Word ans did not match, antara perkataan dan perbuatan tidak senyawa.

Din juga mengaskan wajar bila mana aktivis mengalami banyak tarikan-tarikan banyak kepentingan apalagi Pemuda Muhammadiyah organisasi tertua yang memiliki banyak pengaruh kemasyarakatan dan kebangsaan maka kedepan integritas menjadi berharga,. “Sepanjang sejarah pengalaman saya menjadi pimpinan di Muhammadiyah selalu mengedepankan Integritas, maka jangan setengah hati dalam berjuang demj terwujudnya “izzul islam wal muslimun” maka tidak ada kompromi untuk kebathilan “berpegang teguh secara total” maka Muhammadiyah memiliki kehendak mewujudkan masyarakat yang utama (peradaban yang utama) maka kita bisa mulai dari komunitas utama berdasarkan nilai-nilai di Muhamamdiyah dan keindonesiaan kita, seperti Al Adalah, Assyuro, dst. yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar islam,” tandasnya.

Pak Din juga menyoroti isu-isu aktual seputar falsafah negara berdengung RUU HIP. “Seolah- olah ada kelompok tertentu yang ingin mendowngreat pancasila, ada keinginan mendegradasi, memeras pancasila ditengah kesempitan Covid-19. Mereka ingin memanfaatkan kesempatan ini sungguh ini tidak bisa dibiarkan, bila mana ada kelompok tententu yang masih tetap sembrono melanjutkan pembahasan RUU HIP tentu hal ini telah minyimpang dari sila ke 4 kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,” ujarnya.

Di akhir beliau menyampaikan agar kita semua tetap “konsisten membuat aliansi keutamaan (virtue circle) lingkaran kebijaksanaan, lingkaran keutamaan” Aliansi keutamaan dalam bahasa Saikh ibn Bayyah”Jamiyyah Fudhuul” sehingga mampu memandu bangsa kita menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur.”

Ahmad Zia Khakim, S.H
Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum HAM dan Advokasi Publik kota surakarta.