Ingin Ciptakan Sekolah Aman Bencana, SD Muhammadiyah Weleri Gelar Pelatihan Sekolah Cerdas

0
491

PWMJATENG.COM, KENDAL – Setelah mengikuti tahapan seleksi ketat yang dilakukan oleh dua lembaga di Muhammadiyah dan satu lembaga independen, yaitu Lazismu, Muhammadiyah Disaster Managemen Centre (MDMC), dan Peace Generation (GP) akhirnya SD Muhammadiyah Weleri layak dan masuk salah satu dari 20 SD/MI,SLTP/A se Jawa Tengah yang ditunjuk untuk melaksanakan training sekolah berbasis Cerdas ( Ceria, Damai, danSiagaBencana). Kegiatan tersebut telah berlangsung Sabtu (5/8) di Tirto Arum Kendal dan diikuti oleh 25 guru dan karyawan di lingkungan sekolah tersebut.

Kagiatan tersebut dibuka oleh ketua Majelis Dikdasmen PCM Weleri, Masykur, M.Pd. Beliau menilai, whokshop sekolah cerdas memiliki dampak serius terhadap pengamanan sekolah dari bencana.

“ Kami sangat mendukung dengan kegiatan sekolah cerdas sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat kepada dunia pendidikan, khususnya di SD Muhammadiyah Weleri, karena selama anak berada dalam lingkungan sekolah akan merasakan ceria, cerdas dan aman dalam bencana “ kata Masykur.

Pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu sebagai usaha kongkrit, teori dan praktek dengan menghadirkan narasumber dari pihak Lazismu, MDMC maupun PG
Ketua panitia Abdul Malik, S.Pd menyampaikan perlu pemahaman yang luas terhadap pengertian sekolah aman bencana.

“ Bencana yang menimpa sekolah tidak sebatas pada bencana alam dan kebakaran “ kata Malik.

“ Selain bencana alam dan kebakaran masih ada bencana yang mengintai anak – anak sekolah kekerasan, pemerkosaan, narkoba, pemerasan, dan bullying, perdagangan anak adalah sebuah bencana sekolah, dan 85% anak rentan terhadap bencana tersebut” tegasnya.

Dalam pantauan pwmjateng.com seluruh peserta usai mengikuti whokshop dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen guru untuk mewujudkan sekolah bebas kekerasan dengan tidak berlaku dengan cara yang kasar terhadap anak – anak.

“ Terdapat 8 hal sebagai larangan guru dan pegawai sekolah kepada anak – anak sekolah, diantaranya larangan menggunakan bahasa yang tidak pantas diucapkan, berbuat melukai fisik maupun psikis, larangan mengeksploitasi anak, atau membangun hubungan khusus dengan anak sekolah, larangan merokok, menggunakan obat – obat terlarang, menempatkan anak dalam situasi yang berbahaya,” jelas Malik.

Sebagai tindaklanjut dari whokshop tersebut akan memberi pelatihan kepada siswa dilingkungan sekolahan.

Menurut Ketua MDMC PWM Jateng, Naibul Umam, Sekolah CERDAS memadukan konsep sekolah damai dan sekolah/madrasah aman bencana. Program dikerjasamakan Lazismu PP Muhammadiyah, peace generation dan MDMC Jateng. Dilaksanakan di 20 Sekolah/Madrasah setingkat SD & SLTP di Jawa Tengah, berlangsung sejak bulan Mei hingga November 2017.

Salah satu kegiatan tahap lanjutan di Kabupaten Cilacap, dengan pelatihan fasilitator guru cerdas SD Muhammadiyah 05 Cilacap, Ahad (6 Agustus 2017). “Guru membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang holistik dalam penanggulangan bencana. Guru membumikan pesan pesan keselamatan kepada murid dan civitas sekolah. Melalui guru kita berharap tercetak generasi generasi tangguh dan generasi perdamaian sejak dini. Generasi yang mampu menerjemahkan dan mempraktekkan makna mendasar dari “rahmatan lil alamin”, ujarnya.

Sebelumnya, juga dilakukan Pelatihan DUTA CERDAS diikuti oleh perwakilan siswa siswi SD Muhammadiyah Pasir Kidul dan SD Kristen 1 Purwokerto pada Sabtu (5 Agustus 2017) lokasi di kompleks SD Kristen 1 Purwokerto. Berikutnya, pelatihan dilanjutkan pekan depan bergantian di lokasi SD Muhammadiyah Pasir Kidul.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kemudahan langkah kecil ini,” harap Umam. (A.Ghofur/MPI Kendal/MDMC PWM Jateng )