In House Training sebagai Wadah Keprofesionalan Guru SMA Muhammadiyah Kudus

0
50

PWMJATENG.COM, KUDUS – Salah satu model penilaian yang dinilai efektif oleh banyak ahli dan dapat meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui In House Training (IHT). Mengapa bisa seperti itu? Salah satu alasannya adalah metode IHT yang berbasis sekolah dengan melibatkan guru.

Seperti yang terjadi di SMA Muhammadiyah Kudus pada hari Senin (19/10) telah mengadakan IHT Sosialisasi dan Penyusunan Soal Assesment Kompetensi Minimum (AKM). Pelaksanaan kegiatan tersebut di tengah pandemi tak luput memperhatikan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak tempat duduk peserta.

Pelaksanaan kegiatan IHT yang diawali dengan sambutan dari Muhammad Tahrir Fathony, S.Kom. selaku kepala sekolah dan dilanjutkan dengan acara inti tentang sosialisasi penyusunan soal AKM yang menghadirkan langsung pemateri yang kompeten.

Assesment Nasional tidak menentukan kelulusan, assesment itu diberikan kepada siswa kelas IV, VIII, dan XI agar siswa yang menjadi peserta Assesment Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika masih berada di sekolah tersebut”, tutur Drs. Hadi Sunaryo, M.Pd. selaku pemateri dalam kegiatan IHT tersebut.

Assesment Kompetensi Minimum (AKM) nantinya akan berfokus pada literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Literasi di sini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dua hal ini akan menyederhanakan Assesment Kompetensi Minimum yang akan dimulai tahun 2021.

 

Penulis: Panca Santi H.S., S.Pd. (Guru SMA Muhammadiyah Kudus) | Editor: Tuti Astha3